<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602</id><updated>2012-01-25T15:27:26.766+07:00</updated><category term='Artikel'/><category term='PRUdential'/><category term='Motivasi'/><category term='Tasawuf'/><category term='Mutiara Kata'/><category term='sms'/><category term='Foto'/><title type='text'>Mutiara Hikmah dan Kehidupan....</title><subtitle type='html'>....hidup akan terasa lebih indah bila dimaknai bersama Sang Maha Pemberi Makna....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-2222770726138960648</id><published>2012-01-25T15:16:00.002+07:00</published><updated>2012-01-25T15:27:26.976+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Renungan Malam akan suatu nilai kebersamaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita dengar kata kata : “ Aku sudah banyak mengalah “ .. atau biarlah aku mengalah untuk menang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya , kalau Nilai – Nilai ( Value ) kita sudah sama , tak perlu lagi kata mengalah , karena masing masing kita sudah tau apa sikap kita ... artinya semua nya harus menang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya kita membangun kebersamaan dengan kedekatan physic , bukan membangun suatu nilai yang sama .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh , suatu keluarga membuat suatu aturan kalau week end harus pergi bareng atau harus makan diluar bareng , tujuannya membangun kebersamaan atau pendekatan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitu ada masalah sulit , tetap susah untuk diomongkan .. karena masing masing bersikeras dengan pendapatnya sendiri , akhirnya seringkali terjadi ‘ tarik tambang ‘ .. capek dehh :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau kita membangun suatu nilai yang sama , semuanya akan menjadi mudah .. untuk membangun nilai yang sama .. badannya tak perlu sama tak perlu dekat ..tetapi pikirannnya yang harus sama .&lt;br /&gt;Cara boleh beda .. tetapi nilai yang harus sama .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be Your self and always happy .&lt;br /&gt;by; Suzie Ujie&lt;br /&gt;@Baitul Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-2222770726138960648?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/2222770726138960648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=2222770726138960648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/2222770726138960648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/2222770726138960648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2012/01/renungan-malam-akan-suatu-nilai.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-2528953785707141602</id><published>2011-08-18T10:27:00.003+07:00</published><updated>2011-08-18T10:30:26.895+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rahasia Kaya Raya dari Orang yang sukses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau ekoseorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan “tidur”. Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, “Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,” begitu beliau memulai penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu.&lt;br /&gt;Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.” Beliau mengambil napas sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KEDUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian yang kedua,” beliau melanjutkan. “Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, ‘Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.’ Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KETIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, ” begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. “Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga” , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ,” tanya beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, bagaimana caranya?” jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!” jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. “Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walau pun itu orang kaya?” tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” saya bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,” jawab beliau. “Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KEEMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang keempat nih, Mas,” beliau memulai. “Jangan mempermainkan wanita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm… ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu?” saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Merasa “keadilan” yang dikatakan Al Qur’an hanya berupa keadilan material. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,” beliau melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://"&gt;www.kaskus.us/showpost.php?p=107260485&amp;postcount=8&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-2528953785707141602?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/2528953785707141602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=2528953785707141602' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/2528953785707141602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/2528953785707141602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2011/08/rahasia-kaya-raya-dari-orang-yang.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-4910586252080689396</id><published>2011-08-16T18:57:00.000+07:00</published><updated>2011-08-16T18:58:08.733+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://aksi.baitulamin.org/2011/07/alma-2011-aksi-lomba-menulis-artikel.html"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-ge7vqc2Yhjw/TkUQZKglABI/AAAAAAAACDo/moMqwDbkD3Q/s1600/Aksi_LMA2011_WebBanner_300x250.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-4910586252080689396?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/4910586252080689396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=4910586252080689396' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/4910586252080689396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/4910586252080689396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2011/08/blog-post.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ge7vqc2Yhjw/TkUQZKglABI/AAAAAAAACDo/moMqwDbkD3Q/s72-c/Aksi_LMA2011_WebBanner_300x250.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-6585808162497809864</id><published>2011-07-11T12:56:00.003+07:00</published><updated>2011-07-11T13:27:30.415+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Nasywa, hari pertama masuk TK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.30 Dengan semangat 45 anakku senang sekali bahwa besok dia akan masuk sekolah TK. malam itu dia persiapkan segala sesuatunya dengan gembira, buku tulis, tempat pensil, tempat makan dan gelas kesayangannya pun dipersiapkan masuk ke dalam tas barunya (pembagian dari sekolah).&lt;br /&gt;malam itu pun dia tidak tidur sampai larut,... *emang biasanya juga gak sampai malam sih :)&lt;br /&gt;sebelum tidur dia berpesan "yah, nanti shubuh bangunin kakak ya biar besok gak terlambat ke sekolah".&lt;br /&gt;06.00 pagi sengaja baru aku bangunkan kakak, dianya segera mandi dan berpakaian nggak lupa minum susu....&lt;br /&gt;Tapi sayang seribu sayang.... ayah dan bunda nggak bisa anterin kakak sekolah di hari pertamanya (padahal kepengen banget nemenin kakak sekolah TK di hari pertamanya).&lt;br /&gt; 12.01 waktu istirahat kantor ayah telpon kakak,....&lt;br /&gt;kata nenek, "cua lagi tidur... kecapean kata dia".  hehehe..... kakak... kakak :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-6585808162497809864?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/6585808162497809864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=6585808162497809864' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/6585808162497809864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/6585808162497809864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2011/07/nasywa-hari-pertama-masuk-tk-20.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-6835457002119853067</id><published>2011-06-15T10:30:00.007+07:00</published><updated>2011-06-15T10:45:21.668+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="font-family: courier new;" class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify; font-family: courier new;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NuLkJW4A89M/TfUABo1aErI/AAAAAAAAACI/9MUNncSCTlA/s1600/prj.jpeg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img style="width: 70px; height: 79px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-NuLkJW4A89M/TfUABo1aErI/AAAAAAAAACI/9MUNncSCTlA/s200/prj.jpeg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Jadwal Acara Musik PRJ 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: courier new;"&gt; 9 Juni 2011  – Andien, Afgan, Ari Lasso&lt;br /&gt;10 Juni 2011 – Endank Soekamti, The Flowers, Edane&lt;br /&gt;11 Juni 2011 – Geisha, Citra Idol&lt;br /&gt;12 Juni 2011 – Naif, Upstairs&lt;br /&gt;13 Juni 2011 – ST12, Hijau Daun&lt;br /&gt;14 Juni 2011 – Tipe-x&lt;br /&gt;15 Juni 2011 – Iwan Fals&lt;br /&gt;16 Juni 2011 – Pee Wee Gaskins&lt;br /&gt;17 Juni 2011 – Syahrini, Vidi Aldiano, /Rif&lt;br /&gt;18 Juni 2011 – Sandhy Sandoro, Gruvi&lt;br /&gt;19 Juni 2011 – Ada Band, Alexa&lt;br /&gt;20 Juni 2011 – Slank&lt;br /&gt;21 Juni 2011 – d’Masiv, Vagetoz&lt;br /&gt;22 Juni 2011 – AAn, Bondan Prakoso&lt;br /&gt;23 Juni 2011 – Netral, Nobishi&lt;br /&gt;24 Juni 2011 – Pas, Kunci&lt;br /&gt;25 Juni 2011 – Maliq Desential&lt;br /&gt;26 Juni 2011 – &lt;a href="http://jogetmp3.com/bisma-karisma-smash-profil-foto-video.html" target="_blank" title="Bisma Karisma Sm*sh | Profil Foto Video"&gt;Sm*sh&lt;/a&gt;, Max 5&lt;br /&gt;27 Juni 2011 – Ras Muhammad&lt;br /&gt;28 Juni 2011 – BIP&lt;br /&gt;29 Juni 2011 – Nidji, Kotak&lt;br /&gt;30 Juni 2011 – Astrid&lt;br /&gt;1 Juli 2011  – Andra &amp;amp; The Backbone&lt;br /&gt;2 Juli 2011  – Glen Fredly, Tompi&lt;br /&gt;3 Juli 2011  – Dewi Sandra&lt;br /&gt;4 Juli 2011  – The Virgin, Triad&lt;br /&gt;5 Juli 2011  – Wali, The Potters&lt;br /&gt;6 Juli 2011  – Anima&lt;br /&gt;7 Juli 2011  – God Bless, Rockstar Conspiracy&lt;br /&gt;8 Juli 2011  – Duo Maia&lt;br /&gt;9 Juli 2011  – Ungu, Juliette&lt;br /&gt;10 Juli 2011 – Vierra, Ari Lasso&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-6835457002119853067?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/6835457002119853067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=6835457002119853067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/6835457002119853067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/6835457002119853067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2011/06/jadwal-acara-musik-prj-2011-bagi-anda.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-NuLkJW4A89M/TfUABo1aErI/AAAAAAAAACI/9MUNncSCTlA/s72-c/prj.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-6616360686513020299</id><published>2011-06-10T14:08:00.002+07:00</published><updated>2011-06-10T14:13:34.689+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102); font-weight: bold;"&gt;Kebersamaan yang Proporsional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin  terjadi seseorang yang  dahulunya saling mencintai akhirnya saling  memusuhi atau sebaliknya.  Pesan yang disampaikan oleh Nabi SAW :  "Cintailah saudaramu secara  proporsional, mungkin suatu masa ia akan  menjadi orang yang kau benci.  Bencilah orang yang kau benci secara  proporsional, mungkin suatu masa ia  akan menjadi kekasih yang kau  cintai." (Hadist Sahih Riwayat Tirmidzi,  Baihaqi, Thabrani, Daruquthni,  Ibn Adi, Bukhari). Ini dalam kaitan  interpersonal. &lt;a href="http://bersambung"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:85%;" &gt;(bersambung...)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-6616360686513020299?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/6616360686513020299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=6616360686513020299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/6616360686513020299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/6616360686513020299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2011/06/kebersamaan-yang-proporsional-mungkin_10.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-3785729066671332143</id><published>2011-06-01T08:43:00.004+07:00</published><updated>2011-06-01T08:54:37.912+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Menanam Pohon Berduri&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( dari Buku Road to Allah...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu ada seorang yang menanam pohon berduri ditepi jalan , dan lama kelamaan tanaman berduri itu menjadi besar .&lt;br /&gt;Mula - mula orang tidak merasa terganggu dengan duri duri itu , tetapi kemudian mereka protes ketika duri itu mulai bercabang dan menyempitkan jalan orang yang melewati nya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap orang pernah tertusuk durinya , dan yang menarik adalah .. bukan orang saja yang tertusuk, tetapi yang menanam pohon duri tersebeut pun berkali kali tertusuk oleh pohon yang ditanamnya sendiri .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, petugas kota datang dan meminta si penanam menebang pohon tersebut dan menyingkirkan nya dari jalan .&lt;br /&gt;Orang tersebut berjanji akan menebangnya , tetapi tidak pernah menepati janjinya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan , si orang tersebut tak mampu lagi menebangnya karena dia sudah menjadi tua .. dan pohon tersebut juga sudah tumbuh menjadi sangat kuat dengan akar yang sangat dalam .&lt;br /&gt;Cabang 2 nya yang tajam hampir menutupi semua bagian jalan , melukai setiap orang yang lewat .. dan juga melukai si orang yg menanam pohon itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral story :&lt;br /&gt;Dalam hidup ini kita seringkali menanam pohon berduri didalam hati kita , duri duri itu tidak saja menusuk orang lain ..tetapi juga menusuk badan kita sendiri .&lt;br /&gt;Tanaman berduri itu adalah perilaku buruk kita , yang selalu kita pelihara dan kita siram .&lt;br /&gt;Sudah banyak orang menjadi korban nya , dan korban yang pertama adalah diri kita sendiri .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus kita kerjakan ?&lt;br /&gt;Ambil kapak dan Tebas !!&lt;br /&gt;Sehingga orang bisa melanjutkan perjalanan tanpa terganggu oleh duri2 tersebut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita tak mampu lagi menebas nya karena sudah berakar dalam , kita mesti mencari seorang ksatria yang bisa membantu kita untuk memberantas duri2 tersebut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*dikutip : dari &lt;a href="http://ernatyra.blogspot.com"&gt;http://ernatyra.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-3785729066671332143?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/3785729066671332143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=3785729066671332143' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/3785729066671332143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/3785729066671332143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2011/06/menanam-pohon-berduri.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-2213926550662022201</id><published>2011-05-30T15:07:00.003+07:00</published><updated>2011-05-30T15:15:57.535+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>HIKMAH dari YM Abu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mulia, orang yang membicarakan Tuhan&lt;br /&gt;Orang pandai, orang yang membicarakan ide&lt;br /&gt;Orang biasa, orang yang membicarakan hal-hal biasa&lt;br /&gt;Orang hina, orang yang membicarakan orang lain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*baru dapat pada malam wirid 19/5/2011 di surau bekasi :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-2213926550662022201?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/2213926550662022201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=2213926550662022201' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/2213926550662022201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/2213926550662022201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2011/05/hikmah-dari-ym-abu-orang-mulia-orang.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-3076320702787679202</id><published>2011-05-30T14:19:00.002+07:00</published><updated>2011-06-01T08:58:33.498+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Paku dan Lidah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah.&lt;br /&gt;Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah…&lt;br /&gt;Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang.&lt;br /&gt;Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya.&lt;br /&gt;Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya.&lt;br /&gt;Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi… lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini…. di hati orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu…. Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada… dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(disadur dari Buku Motivasi)&lt;br /&gt;*dikutip dari : &lt;a href="http://ernatyra.blogspot.com/"&gt;http://ernatyra.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-3076320702787679202?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/3076320702787679202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=3076320702787679202' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/3076320702787679202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/3076320702787679202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2011/05/paku-dan-lidah-suatu-ketika-ada-seorang.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-3019031110880109020</id><published>2010-09-15T14:15:00.002+07:00</published><updated>2010-09-15T14:15:59.073+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Sejarah Asal Mula Halal Bihalal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosofi Idul Fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketupatTanbihun.com –  Seorang budayawan terkenal Dr Umar Khayam (alm), menyatakan bahwa tradisi Lebaran merupakan terobosan akulturasi budaya Jawa dan Islam. Kearifan para ulama di Jawa mampu memadukan kedua budaya tersebut demi kerukunan dan kesejahteraan masyarakat. Akhirnya tradisi Lebaran itu meluas ke seluruh wilayah Indonesia, dan melibatkan penduduk dari berbagai pemeluk agama. Untuk mengetahui akulturasi kedua budaya tersebut, kita cermati dulu profil budaya Islam secara global. Di negara-negara Islam di Timur Tengah dan Asia (selain Indonesia), sehabis umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri tidak ada tradisi berjabatan tangan secara massal untuk saling memaafkan. Yang ada hanyalah beberapa orang secara sporadis berjabatan tangan sebagai tanda keakraban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tuntunan ajaran Islam, saling memaafkan itu tidak ditetapkan waktunya setelah umat Islam menyelesaikan ibadah puasa Ramadan, melainkan kapan saja setelah seseorang merasa berbuat salah kepada orang lain, maka dia harus segera minta maaf kepada orang tersebut. Bahkan Allah SWT lebih menghargai seseorang yang memberi maaf kepada orang lain (Alquran Surat Ali Imran ayat 134).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya sungkem&lt;br /&gt;Dalam budaya Jawa, seseorang “sungkem” kepada orang yang lebih tua adalah suatu perbuatan yang terpuji. Sungkem bukannya simbol kerendahan derajat, melainkan justru menunjukkan perilaku utama. Tujuan sungkem, pertama, adalah sebagai lambang penghormatan, dan kedua, sebagai permohonan maaf, atau “nyuwun ngapura”. Istilah “ngapura” tampaknya berasal dari bahasa Arab “ghafura”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama di Jawa tampaknya ingin benar mewujudkan tujuan puasa Ramadan. Selain untuk meningkatkan iman dan takwa, juga mengharapkan agar dosa-dosanya di waktu yang lampau diampuni oleh Allah SWT. Seseorang yang merasa berdosa kepada Allah SWT bisa langsung mohon pengampunan kepada-Nya. Tetapi, apakah semua dosanya bisa terhapus jika dia masih bersalah kepada orangorang lain yang dia belum minta maaf kepada mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di sinilah para ulama mempunyai ide, bahwa di hari Lebaran itu antara seorang dengan yang lain perlu saling memaafkan kesalahan masingmasing, yang kemudian dilaksanakan secara kolektif dalam bentuk halal bihalal. Jadi, disebut hari Lebaran, karena puasa telah lebar (selesai), dan dosa-dosanya telah lebur (terhapus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di muka dapat dimengerti, bahwa tradisi Lebaran berikut halal bihalal merupakan perpaduan antara unsur budaya Jawa dan budaya Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah halal bihalal&lt;br /&gt;Sejarah asal mula halal bihalal ada beberapa versi. Menurut sebuah sumber yang dekat dengan Keraton Surakarta, bahwa tradisi halal bihalal mula-mula dirintis oleh KGPAA Mangkunegara I, yang terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa. Dalam rangka menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya, maka setelah salat Idul Fitri diadakan pertemuan antara Raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana. Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh Pangeran Sambernyawa itu kemudian ditiru oleh organisasi-organisasi Islam, dengan istilah halal bihalal. Kemudian instansi-instansi pemerintah/swasta juga mengadakan halal bihalal, yang pesertanya meliputi warga masyarakat dari berbagai pemeluk agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada tahap ini halal bihalal telah berfungsi sebagai media pertemuan dari segenap warga masyarakat. Dan dengan adanya acara saling memaafkan, maka hubungan antarmasyarakat menjadi lebih akrab dan penuh kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena halal bihalal mempunyai efek yang positif bagi kerukunan dan keakraban warga masyarakat, maka tradisi halal bihalal perlu dilestarikan dan dikembangkan. Lebih-lebih pada akhir-akhir ini di negeri kita sering terjadi konflik sosial yang disebabkan karena pertentangan kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Idul Fitri&lt;br /&gt;Ada tiga pengertian tentang Idul Fitri. Di kalangan ulama ada yang mengartikan Idul Fitri dengan kembali kepada kesucian. Artinya setelah selama bulan Ramadan umat Islam melatih diri menyucikan jasmani dan rohaninya, dan dengan harapan pula dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT, Maka memasuki hari Lebaran mereka telah menjadi suci lahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengartikan Idul Fitri dengan kembali kepada fitrah, atau naluri religius. Hal ini sesuai dengan Alquran Surat Al-Baqarah ayat 183, bahwa tujuan puasa adalah agar orang yang melakukannya menjadi orang yang takwa atau meningkat kualitas religiusitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang mengartikan Idul Fitri dengan kembali kepada keadaan di mana umat Islam diperbolehkan lagi makan dan minum siang hari seperti biasa. Di kalangan ahli bahasa Arab, pengertian ketiga itu dianggap yang paling tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga makna tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam memasuki Idul Fitri umat Islam diharapkan mencapai kesucian lahir batin dan meningkat kualitas religiusitasnya. Salah satu ciri manusia religius adalah memiliki kepedulian terhadap nasib kaum yang sengsara. Dalam Surat Al-Ma’un ayat 1 -3 disebutkan, adalah dusta belaka kalau ada orang mengaku beragama tetapi tidak mempedulikan nasib anak yatim. Penyebutan anak yatim dalam ayat ini merupakan representasi dari kaum yang sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dapat kita pahami, bahwa umat Islam yang mampu wajib memberikan zakat fitrah kepada kaum fakir miskin, dan pemberian zakat tersebut paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Aturan ini dimaksudkan, agar pada waktu umat Islam yang mampu bergembira ria merayakan Idul Fitri jangan ada orang-orang miskin yang sedih, atau sampai menangis, karena tidak ada yang dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam sangat menekankan harmonisasi hubungan antara si kaya dan si miskin. Orang-orang kaya diwajibkan mengeluarkan zakat mal (harta), untuk dibagikan kepada delapan asnaf (kelompok), di antaranya adalah kaum fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di muka dapat disimpulkan, bahwa Idul Fitri merupakan puncak dari suatu metode pendidikan mental yang berlangsung selama satu bulan untuk mewujudkan profil manusia yang suci lahir batin, memiliki kualitas keberagamaan yang tinggi, dan memelihara hubungan sosial yang harmonis. hf/www.wawasandigital.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-3019031110880109020?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/3019031110880109020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=3019031110880109020' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/3019031110880109020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/3019031110880109020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2010/09/sejarah-asal-mula-halal-bihalal.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-476924534885004555</id><published>2010-06-25T13:58:00.000+07:00</published><updated>2010-06-25T13:59:21.169+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anak Belajar dari Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Celaan,&lt;br /&gt;maka ia belajar Memaki&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Permusuhan,&lt;br /&gt;maka ia belajar Berkelahi&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Ketakutan,&lt;br /&gt;maka ia belajar Gelisah&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Rasa Iba,&lt;br /&gt;maka ia belajar Menyesali Diri&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Olok-Olok,&lt;br /&gt;maka ia belajar Rendah Diri&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Iri Hati,&lt;br /&gt;maka ia belajar Kedengkian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Dorongan,&lt;br /&gt;maka ia belajar Percaya Diri&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Toleransi,&lt;br /&gt;maka ia belajar Menahan Diri&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Pujian,&lt;br /&gt;maka ia belajar Menghargai&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Penerimaan,&lt;br /&gt;maka ia belajar Mencintai&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Dukungan,&lt;br /&gt;maka ia belajar Menyenangi Diri&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Pengakuan,&lt;br /&gt;maka ia belajar Mengenali Tujuan&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Berbagi,&lt;br /&gt;maka ia belajar Kedermawanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Rasa Kejujuran dan Keterbukaan,&lt;br /&gt;maka ia belajar Kebenaran dan Keadilan&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Rasa Aman,&lt;br /&gt;maka ia belajar Menaruh Kepercayaan&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Persahabatan,&lt;br /&gt;maka ia belajar Menemukan Cinta dalam Hidup&lt;br /&gt;Jika Anak dibesarkan dengan Ketentraman,&lt;br /&gt;maka ia belajar Berdamai dengan Pikiran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-476924534885004555?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/476924534885004555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=476924534885004555' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/476924534885004555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/476924534885004555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2010/06/anak-belajar-dari-kehidupan-jika-anak.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-4835669709053886410</id><published>2009-10-19T16:22:00.006+07:00</published><updated>2009-10-19T16:36:43.705+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menjumpai TUHAN di dalam kamar-NYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Abu Hafidzh Al Faruq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seminar-seminar bisnis yang pernah saya ikuti, para pembicara yang telah menjadi pengusaha sukses dan kaya raya  selalu menempatkan ‘dream’ atau cita cita sebagai titik awal dalam memulai segala sesuatu usaha. Begitu pentingnya ‘impian’ ini sebagai motivator yang sangat kuat sehingga  membangkitkan dan membakar semangat dalam menggerakkan kemauan dan aktivitas untuk mencapai tujuan dari semua proses usaha yang dilakukan. Impian adalah terminal perjalanan usaha. Dalam aplikasinya “dream” ini bisa sangat bervariasi muncul, bisa keliling dunia dengan kapal pesiar yang super mewah, punya pesawat jet pribadi, ingin punya istana disuatu tempat dan sebagainya… Saudara, silahkan anda ber”mimpi” seliar apapun jika itu dapat  membakar semangat anda untuk berusaha. Tak ada kekangan dari apapun dan siapapun untuk itu. Namun yang menjadi pertanyaan buat kita adalah dari sekian banyak impian dan cita cita, dimanakah kita menempatkan TUHAN dalam cita cita kita? Walau memang ada sebagian orang menjadikan ibadah haji atau umrah sebagai impian mereka, apakah cukup hanya dengan itu? Kalau mau jujur, seberapa dalamkah kita memaknai TUHAN sebagai motivator dan tujuan dalam hidup kita? Lalu ada apa dengan ‘Menjumpai TUHAN di dalam kamarNYA’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara, pernahkah anda merenungkan apa sebenarnya tujuan dari hidup anda? Ya, untuk apa anda hidup?! Hidup hanya sebentar, paling mujur anda bisa berusia 113 tahun seperti umur manusia tertua didunia yang pernah dilansir sebuah media, kalau usia harapan hidup orang Indonesia masih 65 tahun. Jadi sebaiknya anda mempunyai ‘dream’ atau cita-cita yang mengandung unsur kekekalan selain mimpi-mimpi singkat yang berakhir di dunia. Banyak orang bercita cita kalau mati masuk surga. Aha! Surga? Apakah masih ada cita cita yang lebih tinggi dari ‘ingin masuk surga’? Mampukah anda membayangkan anda berjalan jalan dalam kebun yang mengalir dibawahnya sungai sungai seperti yang digambarkan Al Quran? Quran menyebut surga itu dengan sebutan Jannah (kebun) dan Anda hidup kekal didalamnya. Apakah semudah itu? Apakah inti dari ‘masuk surga’? masak sih anda bercita cita masuk surga tapi gak tau atau gak mau tau dengan yang punya surga? Apa mungkin anda nyelonong masuk surga tanpa sepengetahuan yang punya tempat di akhirat sana? Berita baiknya adalah yang punya surga itu ada di dunia sekarang sehingga anda bisa mencariNYA, berkenalan, berbuat baik, mengambil hatiNYA agar kelak di akhirat SANG PEMILIK sudi memasukkan anda ke dalam JannahNYA. Lalu dari sekian banyak orang dan usaha untuk berlomba-lomba pengen masuk surga, adakah surga itu sebenarnya yang menjadi tujuan? Saudara, surga itu hanyalah permen bagi anak kecil agar mau disuruh. Tanpa kita sadari TUHAN itu sendirilah yang menjadi central dan titik fokus dari cita cita ‘pengen masuk surga’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara, , dalam sebuah ayat Al Quran dikatakan bahwa  ‘ALLAH bersemayam di ARSY’. Terlalu sulit bagi imaginasi kita untuk membayangkan TUHAN di atas arsyNYA di dalam surga dengan mencoba mereka-reka cerita perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Isra’ dan Mi’raj menjumpai ALLAH di langit ke tujuh. Kita coba beralih dengan ayat Al Quran yang lain, dikatakan bahwa ‘ALLAH itu memenuhi langit dan bumi’, ini agak lebih gampang karena dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa TUHAN ada dimana mana. TUHAN ada di mana mana? Hal ini mudah dipahami seperti gelombang elektromagnetik layaknya gelombang radio atau televisi yang konon teorinya sejak dipancarkan pertama sekali  gelombang ini tidak pernah musnah atau hilang dan secara terus menerus terakumulasi memenuhi jagat raya. Tanpa kita sadari udara atau ruang sekeliling kita yang kita sebut kosong ternyata penuh dengan gelombang gelombang radio dan TV, kita tahu setelah ada alat yang bernama radio atau tv yang berada pada frekwensi yang sama menangkap gelombang siaran tersebut. Jika ilmu ini kita pakai begitulah kira kira menurut kami TUHAN memenuhi langit dan bumi, TUHAN tidak pernah tidur, TUHAN selalu ‘on air’ dan ‘online’, selamanya. Kita tak akan merasakan kehadiran TUHAN jika tidak berada pada gelombang yang sama. Dengan demikian kalau TUHAN ada di mana mana tak ada salahnya jika kita mengimajinasikan TUHAN dengan hal hal yang lebih manusiawi (insani) yang lebih mampu kita jangkau dengan nalar kita dari pada bersifat alam TUHAN (Rabbani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa harus dengan kamar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar bagi penulis dan mungkin bagi banyak orang adalah ruang sakral yang tidak semua orang boleh memasukinya. Semisal kamar tidur orang tua, tidak seperti ruang keluarga apalagi ruang tamu yang siapa saja boleh masuk, kamar adalah ruang khusus dimana si empunya kamar beraktivitas dengan orang orang yang sangat terbatas dan menerima orang-orang terdekat yang diijinkan masuk seperti suami atau istri dan anak anak. Begitu sakralnya kamar ini sampai sampai seorang mbah dukun yang cukup dikenal melalui layanan ketik reg spasi … kirim ke… dalam sebuah tayangan televisi yang bertajuk rumah (atau saya lupa) memperlihatkan segala sesuatu artistik rumah sang dukun yang unik yang sesuai dengan seleranya. Semua ruang diperlihatkan kecuali sebuah kamar yang terlarang bagi siapapun kecuali bagi si mbah itu sendiri untuk berkomunikasi atau apapun dengan “yang berada” dalam kamar tersebut. Dalam cerita lain kita dengar ada hotel berbintang di Parang Tritis, sebuah tempat di pantai selatan Jogjakarta, yang mengkhususkan sebuah kamar bernomor 13 dan  tidak pernah disewakan kepada tamu manapun karena diperuntukkan bagi “ratu laut selatan” dan  di Bali juga demikian walaupun kelas hotel dan manajemennya bertaraf internasional tetap memperlakukan hal sama, mengkhususkan sebuah kamar bagi yang “diistimewakan” oleh pihak manajemen hotel. Konon kabarnya di keraton Jogja juga sudah sejak lama menerapkan hal sama, tidak seluruh kamar atau ruang diizinkan untuk diperlihatkan kepada turis, termasuk abdi dalem. Mengapa demikian? WaLLAHualam bissawab, pastinya ruang ruang tersebut adalah kamar ‘khusus’ yang teruntuk bagi orang yang khusus pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara, Apa sih perbedaan ‘TUHAN bersemayam di arsyNYA’ diakhirat nanti dengan ‘TUHAN ada di dalam “kamar”NYA’ di dunia sekarang? Dengan mencoba menempatkan TUHAN dalam kamarNYA setidaknya memudahkan kita untuk menemuiNYA, buatlah jalan semudah mungkin untuk menemuiNYA dan bukankah TUHAN tidak suka orang menjadi sulit atau mempersulit orang untuk menemuiNYA? Lalu kalau TUHAN ada di dalam kamarNYA, apakah secara gampang dan sembarangan anda bisa menjumpaiNYA? Anda harus berusaha mempersiapkan diri untuk bisa diterima dalam daftar tamu TUHAN. Jika kita bandingkan dengan seorang presiden saja misalnya, tidak sembarang orang walau sesama manusia bisa menjumpai presiden karena jabatannya. Oleh protokoler kepresidenan mungkin anda akan ditanyai untuk kepentingan apa anda menghadap beliau, oleh paspampres anda mungkin diselidiki siapa dan dari mana anda sesungguhnya. Untuk masuk ke istananya saja anda harus melewati metal detector dan setelah diyakini anda “bersih” baru anda di izinkan masuk. Berita di Koran hari ini (31 Juli 2009) Kapolri dan semua pejabat Negara serta seluruh tamu diperiksa dengan alat pendeteksi suhu tubuh ketika akan masuk istana untuk pencegahan menularnya virus H1N1 (flu babi). Kalau demikian prosedur jumpa presiden, apalagi prosedur jumpa TUHAN?! TUHAN ada di dalam kamarNYA siap untuk dijumpai. TUHAN maha suci, maka yang sucilah yang bisa menjumpaiNYA, TUHAN maha bersih maka yang bersihlah yang diizinkan masuk. TUHAN maha pengasih lagi maha penyayang, maka orang orang yang terkasihlah dan orang orang yang tersayanglah yang diperbolehkan memasuki kamarNYA, orang orang yang paling dicintalah yang dipersilahkan masuk kebilikNYA. Tak banyak orang yang dapat predikat ini saudara. Tak mungkin yang maha bersih menerima yang kotor! Yang maha suci menerima yang hina!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diakhirat TUHAN bersemayam di arsy, mungkin di dunia anda boleh menyiapkan sebuah kamar untuk TUHAN agar anda bisa belajar dan berlatih berusaha untuk menjumpaiNYA walau abang saya pernah mengatakan bahwa TUHAN itu tidak suka dikurung. Ini bisa dalam arti yang sebenarnya didunia. Jika di dunia anda tak pernah jumpa, jangan harap di akhirat anda bisa ketemu. Sori, gak kenal!  mungkin demikian kata TUHAN kelak. Merujuk tulisan ‘lebih nikmat dari surga’ adalah memandang wajah ALLAH itu sendiri, maka sudah seharusnyalah kita menjadikan ‘menjumpai TUHAN di kamarNYA = memandang wajah ALLAH di arsyNYA’ sebagai ‘dream’ terbesar kita dalam hidup ini, dimulai hari ini, disini, didunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandang pandang mata tak jemu&lt;br /&gt;Tak puas puas rasa merindu&lt;br /&gt;Walau nyata di pelupuk mata&lt;br /&gt;Tak kuijinkan berkedip walau sekejap jua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari &lt;a href="http://http://sufimuda.wordpress.com/2009/08/01/menjumpai-tuhan-di-dalam-kamar-nya/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-4835669709053886410?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/4835669709053886410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=4835669709053886410' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/4835669709053886410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/4835669709053886410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2009/10/menjumpai-tuhan-di-dalam-kamar-nya-oleh.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-3914824335747923755</id><published>2009-01-24T14:25:00.001+07:00</published><updated>2009-01-24T14:28:03.148+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Apa Nama Jepang mu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;My authentic japanese name is &lt;b&gt;&amp;#34276;&amp;#21407; Fujiwara (wisteria fields) &amp;#24544;&amp;#32681; Tadayoshi (loyal and righteous)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rumandmonkey.com/widgets/toys/namegen/969/"&gt;Take your real japanese name generator! today!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;Created with &lt;a href="http://rumandmonkey.com/"&gt;Rum and Monkey&lt;/a&gt;'s &lt;a href="http://rumandmonkey.com/widgets/toys/namegen/"&gt;Name Generator Generator&lt;/a&gt;.&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-3914824335747923755?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/3914824335747923755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=3914824335747923755' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/3914824335747923755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/3914824335747923755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2009/01/my-authentic-japanese-name-is-fujiwara.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-4577188389943008465</id><published>2008-12-22T08:27:00.004+07:00</published><updated>2008-12-22T08:45:13.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;font color="#0000FF" size="3"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nur Dari Timur&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;Oleh Gede Prama dikutip dari &lt;/font&gt;&lt;a href="http://gede-prama.blogspot.com/2008/10/nur-dari-timur.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang pernah hidup di Barat tahu kalau berbicara itu amat penting. Dibandingkan kehidupan di Timur, lebih banyak hal di Barat yang diekspresikan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fight, argue, dan complain, itulah ciri-ciri manusia yang disebut ”hidup” di Barat. Tanpa perlawanan, tanpa adu argumentasi, orang dianggap ”tidak hidup” di Barat. Intinya, melawan itu kuat, diam itu lemah, melawan itu cerdas, dan pasrah itu tolol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latar belakang berbeda, pola hidup ala Barat ini menyebar cepat melalui televisi, internet, radio, media, dan lainnya. Dengan bungkus seksi demokrasi, hak asasi manusia, semua dibawa ke Timur sehingga dalam banyak keadaan (angka bunuh diri naik di Jepang, Thailand mengalami guncangan politik, Pakistan ditandai pembunuhan politik), banyak manusia di Timur mengalami kebingungan roh Timur dengan baju Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan kehidupan desa sebagai barometer. Tanpa banyak berdebat siapa yang akan menjadi presiden, ke mana arah masa depan, partai apa yang akan menang. Di desa yang banyak burungnya, tetapi manusianya banyak menonton televisi (sebagai catatan, realita di desa amat sederhana, tontonan di televisi amat menggoda), tema hidup setiap pagi adalah ”burung menyanyi, manusia mencaci”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berhenti melawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan seseorang yang tidak bisa berenang lalu tercemplung ke sungai yang dalam. Pertama-tama ia melawan. Setelah itu tubuhnya tenggelam. Karena tidak bisa bernapas, meninggallah ia. Anehnya, setelah meninggal tubuhnya mengapung di permukaan air. Dan alasan utama mengapa tubuh manusia meninggal kemudian mengapung karena ia berhenti melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memberi inspirasi, mengapa banyak manusia tenggelam (baca: stres, depresi, banyak penyakit, konflik, perang) karena terus melawan. Yang menjadi guru mau jadi kepala sekolah. Orang biasa mau jadi presiden. Pegawai mau cepat kaya seperti pengusaha. Intinya, menolak kehidupan hari ini agar diganti kehidupan yang lebih ideal kemudian. Tidak ada yang melarang seseorang jadi presiden atau pengusaha, hanya alam mengajarkan, semua ada sifat alaminya Seperti burung sifat alaminya terbang, serigala berlari, dan ikan berenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari konon binatang iri dengan manusia karena memiliki sekolah. Tak mau kalah, lalu didirikan sekolah berenang dengan gurunya ikan, sekolah terbang gurunya burung, sekolah berlari gurunya serigala. Setelah mencoba bertahun-tahun semua binatang kelelahan. Di puncak kelelahan, baru sadar kalau masing-masing memiliki sifat alami. Dalam bahasa tetua di Jawa, puncak pencaharian bertemu saat seseorang mulai tahu diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Meditasi tanpa perlawanan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nyaris semua manusia begitu berhadapan dengan persoalan, penderitaan langsung bereaksi mau menyingkirkannya. Bosan lalu cari makan. Jenuh kemudian cari hiburan. Sakit lalu buru-buru mau melenyapkannya dengan obat. Inilah bentuk nyata dari hidup yang melawan sehingga berlaku rumus sejumlah psikolog what you resist persist. Apa saja yang dilawan akan bertahan. Ini yang menerangkan mengapa sejumlah kehidupan tidak pernah keluar dari terowongan kegelapan karena terus melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan hidup kebanyakan orang yang penuh perlawanan, di jalan meditasi manusia diajari agar tidak melawan. Mengenali tanpa mengadili. Melihat tanpa mengotak-ngotakkan. Mendengar tanpa menghakimi. Bosan, sakit, sehat, senang, dan sedih semua dicoba dikenali tanpa diadili. Ia yang rajin berlatih mengenali tanpa mengadili, suatu hari akan mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Inggris, mengerti berarti understanding, bila dibalik menjadi standing under. Seperti kaki meja, kendati berat menahan, ia akan berdiri tegak menahan meja. Demikian juga dengan meditator. Persoalan tidak buru-buru dienyahkan, penderitaan tidak cepat disebut sebagai hukuman, tetapi dengan tekun ditahan, dikenali, dan dipelajari. Setelah itu terbuka rahasianya, ternyata keakuan adalah akar semua penderitaan. Semakin besar keakuan semakin besar penderitaan, semakin kecil keakuan semakin kecil persoalan. Keakuan ini yang suka melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya, sebagaimana dialami banyak meditation master, saat permasalahan, penderitaan sering dimengerti dalam-dalam sampai ke akar-akarnya, diterangi dengan cahaya kesadaran melalui praktik meditasi, ia lalu lenyap. Ini mungkin penyebab mengapa Charlotte JokoBeck dalam Nothing Special menulis, ”Sitting is not about being blissful or happy. It’s about finally seeing that there is no real difference between listening to a dove and listening to somebody criticizing us”. Inilah berkah spiritual meditasi. Tidak ada perbedaan antara mendengar merpati bernyanyi dan mendengar orang mencaci. Keduanya hanya didengar. Yang bagus tak menimbulkan kesombongan. Yang jelek tak menjadi bahan kemarahan. Pujian berhenti menjadi hulunya kecongkakan. Makian berhenti menjadi ibunya permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melihat hanya melihat. Ketika mendengar hanya mendengar. Perasaan suka-tidak suka berhenti menyabotase kejernihan dan kedamaian. Meminjam lirik lagu Bob Marley dalam Three little birds: don’t worry about the things, every single thing would be allright. Tidak usah khawatir, semua sudah, sedang, dan akan berjalan baik. Burung tak sekolah, tak mengenal kecerdasan, tetapi terhidupi rapi oleh alam, apalagi manusia. Inilah meditasi tanpa perlawanan. Paham melalui praktik (bukan dengan intelek) jika keakuan akar kesengsaraan. Begitu kegelapan keakuan diterangi kesadaran, ia lenyap. Tidak ada yang perlu dilawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru yang telah sampai di sini berbisik: the opposite of injustice is not justice, but compassion. Selama ketidakadilan bertempur dengan keadilan, selama itu juga kehidupan mengalami keruntuhan. Hanya saling mengasihi yang bisa mengakhiri keruntuhan. Sejumlah sahabat di Barat yang sudah membadankan kesempurnaan meditasi seperti ini kerap menyebut ini dengan Nur dari Timur. Cahaya penerang dari Timur di tengah pekatnya kegelapan kemarahan, kebencian, ketidakpuasan, dan kebodohan. Seperti listrik bercahaya karena memadukan positif-negatif, meditasi hanya perpaduan kesadaran-kelembutan, membuat batin bisa menerangi diri sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-4577188389943008465?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/4577188389943008465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=4577188389943008465' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/4577188389943008465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/4577188389943008465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2008/12/nur-dari-timur-oleh-gede-prama-dikutip.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-4213277995339036140</id><published>2008-12-02T15:39:00.002+07:00</published><updated>2008-12-02T16:06:28.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;font color="#0000FF" size="3"&gt;Jika Gurumu Wali Quthub, Engkau Tidak Perlu Lagi Mencari Imam Mahdi&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;Oleh sufimuda. dikutip dari &lt;/font&gt;&lt;a href="http://sufimuda.wordpress.com/2008/11/30/jika-gurumu-wali-quthub-engkau-tidak-perlu-lagi-mencari-imam-mahdi/#comment-3320"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT akan bertanya kepada setiap orang di Hari Akhir nanti, “Apa yang kamu bawa hari ini, wahai hamba-Ku?”  Apakah kamu membawa Qalb-us-Saliim, hati yang murni, hati emas yang mulia?”  Allah SWT meminta setiap orang agar mempunyai hati yang bersih.  Anda hanya bisa mendapatkannya melalui Tarekat.  Mereka yang tidak menjalani tarekat hanya memenuhi hidupnya dengan kehidupan luar, meninggalkan hatinya.  Ada 41 aliran tarekat, 40 di antaranya diturunkan melalui hati Imam ‘Ali RA, KW dan satu lagi, Tarekat Naqsybandi berasal dari Abu Bakar ash-Shiddiq RA.  Rasulullah SAW mempunyai 124.000 sahabat.  Siapa sahabat terdekatnya?  Beliau adalah Abu Bakar RA.  Rasulullah SAW bersabda, “Seluruh hal yang Allah SWT percayakan kepadaku di malam ‘Isra, telah kutanamkan ke dalam hati Abu Bakar RA.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Ali KW dihubungkan dengan Abu Bakar RA sedemikian rupa sehingga Sayyidina Ali  KW mendapat gelar Kota Pengetahuan.  Hal ini dikenal sangat baik di antara para Syekh pemegang tarekat yang sebenarnya.  Mereka semua menghormati Tarekat Naqsybandi sebagai yang pertama.  Syekh sejati, bukan mereka yang menyebut dirinya sendiri Syekh, seluruh Syekh yang termahsyur, seperti: Jilani QS, Rumi QS, Darqawi QS, Rifa’i QS mereka semua mengetahui posisi sebenarnya dari Tarekat Naqsybandi.  Sekarang jika seseorang berada dalam satu aliran tarekat, mereka bisa saja mengambil Tarekat Naqsybandi dan tetap bebas menjalankan amalan-amalan seperti biasanya atau menjalankan amalan Tarekat Naqsybandi.  Jika hanya melakukan amalan Tarekat Naqsybandi saja itu sudah cukup.  Tidak menjadi masalah apabila anda berasal dari tarekat lain kemudian mengikuti Tarekat Naqsybandi.  Beberapa orang merasa takut kalau Syekhnya mendengar bahwa dia telah menganut tarekat kedua lalu dia akan marah.  Jika dia adalah Syekh sungguhan, bagaimana mungkin dia bisa marah?  Seorang Syekh sejati harus mengetahui apakah muridnya bersama dia di Hari Perjanjian (pada awal penciptaan) atau tidak.  Seorang penggembala mengetahui keadaan biri-birinya, satu dalam seribu, bahkan jika mereka semuanya berwarna putih.  Dia memiliki cahaya di matanya dan mengenal mereka tanpa membuat kesalahan.  Dalam tarekat tidak ada kepiluan bila seorang murid pergi ke Syekh yang lainnya.  Kami berterima kasih kepada Syekh pertama yang telah melatihnya sampai dia bertemu Syekh yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid QS berkata, “Selama melakukan pencarian, Aku bertemu 99 Syekh sebelum Aku bertemu Grandsyekh Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar ash-Shiddiq RA.”  Anda bisa bertemu dengan banyak Syekh dan melakukan suatu amalan, tetapi tidak akan menemukan kepuasan sampai akhirnya anda menemui Seorang Saidi Syekh, Pemimpin Para Syekh dan Wali Quthub Penghulu sekalian Wali seperti sungai yang bertemu samudra.  Begitu banyak Syekh yang hanya menjadi pelatih, menunggu sampai akhirnya Saidi Syekh memanggilmu.  Bukan melalui surat, dari hati ke hati, di sana banyak sekali jalan.  Jika seorang Naqsybandi Syekh memberi tarekat, beliau harus memberitahu muridnya siapa Saidi Syekh di Tarekat Naqsybandi saat itu dan beliau harus mengarahkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Mahdi AS dan ketujuh wazir (panglima) besarnya, 40 khalifah, 99 termasuk 40 orang yang berada di sisi wazir dan 313 Mursyid besar semua berada di Tarekat Naqsybandi.  Di masa ini tidak ada kekuatan bagi tarekat lain untuk membawa seluruh orang mencapai tujuan akhirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya siapakah yang akan memimpin ummat ini untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya dihadapan Allah SWT? Siapa yang akan menjadi Imam?  Jika 124.000 sahabat dibawa, siapa yang akan menjadi Imam?  Abu Bakar RA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Abu Bakar RA yang kemudian menjadi Imam adalah para penerusnya yang tercantum dalam silsilah Tareqat Naqsyabandi, tentu saja pengangkatannya bukan karena garis keturunan, bukan pula atas persetujuan orang banyak akan tetapi telah di program oleh Allah SWT sejak 1400 tahun silam, “Kun Fayakun” maka tersusunlah Silsilah yang lengkap dari sejak Imam Pertama sampai akhir zaman kelak  dan syukur alhamdulillah sekarang kita telah berada dalam silsilah terakhir yang membawa kita kepada kemenangan dunia akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disetiap zaman hanya hidup satu orang Imam yang bergelar Wali Quthub (pemimpin para wali) dan setiap manusia dimuka bumi ini harus ikut kepadanya. Setiap manusia harus datang berbai’at kepadanya walaupun harus merangkak di atas salju dan harus menyeberangi tujuh samudera. Tahukah anda apa maksud hadist Nabi “Tuntut lah Ilmu walau ke negeri china?” karena Nabi mengetahui kelak di negeri China akan lahir seorang kekasih Allah, seorang Wali Quthub dalam Silsilah Naqsyabandi, Beliau tentu Syekh Muhammad Baba Samasi qs yang merupakan guru dari Syekh Amir Kulal qs guru langsung dari Syekh Bahauddin Naqsyabandi. Andai anda telah bertemu dengan Wali Quthub di zaman ini, maka anda tidak akan sibuk lagi menunggu Imam Mahdi datang atau menunggu Nabi Isa turun karena ibarat biji pepaya semuanya sudah ada di sana. Secara logika, kalau dengan Allah saja anda bisa dijumpakan oleh Beliau, apa sulitnya Beliau kenalkan anda kepada Imam Mahdi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Mahdi bukanlah seseorang yang telah gaib dan muncul kemudian di akhir zaman, bukan pula orang yang keluar dari tempat persembunyian karena selama ini takut dicari-cari musuh. Pemahaman keliru itu harus anda luruskan agar anda benar-benar bisa berjumpa dengan Imam Mahdi yang anda tunggu-tunggu sebab kalau pemikiran anda belum lurus nanti kalaupun berjumpa dengan Imam Mahdi yang sesunguhnya anda juga tidak akan terbuka hijab. Jangan anda menunggu Imam Mahdi di pinggir laut atau bertapa di dasar sumur karena sudah pasti anda akan disesatkan syetan yang sangat halus dan bisa menyerupai wajah apa saja. Imam Mahdi merupakan pangkat rohani yang disandang oleh orang pilihan Allah untuk meluruskan Iman manusia dan tentu saja Imam Mahdi tidak akan turun kecuali melalui Silsilah Thareqat Naqsyabandi yang merupakan Thareqat utama sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Syekh Bahauddin Naqsyabandi, “Akhir seluruh Tarekat adalah awal dari Tarekat ini (Tarekat Naqsyabandi)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh luar biasa rasa syukur yang tidak terhingga atas karunia Allah SWT dengan diperkenalkannya kita dengan kekasih-Nya, seorang Wali Quthub Arif Billah yang sangat dicari oleh orang diseluruh muka bumi karena lewat Beliau lah pintu langsung untuk berhubungan dengan Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-4213277995339036140?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/4213277995339036140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=4213277995339036140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/4213277995339036140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/4213277995339036140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2008/12/oleh-sufimuda.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-3902091056806110479</id><published>2008-09-30T12:05:00.000+07:00</published><updated>2008-09-30T12:15:31.691+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4TfbHiYQrSM/SOG0G6-wbYI/AAAAAAAAABg/ALzxXZx2aTw/s1600-h/Idul+Fitri+1428H.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4TfbHiYQrSM/SOG0G6-wbYI/AAAAAAAAABg/ALzxXZx2aTw/s320/Idul+Fitri+1428H.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251676671495400834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Semoga pada 1 syawal 1429 H ini kita menjadi orang yang meningkat taqwanya.&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-3902091056806110479?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/3902091056806110479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=3902091056806110479' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/3902091056806110479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/3902091056806110479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2008/09/semoga-pada-1-syawal-1429-h-ini-kita.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4TfbHiYQrSM/SOG0G6-wbYI/AAAAAAAAABg/ALzxXZx2aTw/s72-c/Idul+Fitri+1428H.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-2822193518342248987</id><published>2008-07-31T11:12:00.000+07:00</published><updated>2008-07-31T11:13:38.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="visibility:visible"&gt;&lt;embed src="http://flash.picturetrail.com/pflicks/3/spflick.swf" quality="high" FlashVars="ql=2&amp;src1=http://pic40.picturetrail.com/VOL392/10107128/flicks/1/5321931" wmode="transparent" bgcolor="#000000" width="300" height="235" name="acrobat_cube" align="middle" allowScriptAccess="sameDomain" style="height:235px;width:300px" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;p style="whitespace:no-wrap;margin-top:10px;height:24px"&gt;&lt;a href="http://www.picturetrail.com/misc/counter.fcgi?link=%2FphotoFlick%2Fsamples%2Fpflicks.shtml&amp;cID=924"&gt;&lt;img align="left" src="http://pics.picturetrail.com/res/pflicks/pt.gif" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.picturetrail.com/misc/counter.fcgi?link=%2FphotoFlick%2Fsamples%2Fpflicks.shtml&amp;cID=925"&gt;&lt;img align="left" style="margin-left:5px" src="http://pics.picturetrail.com/static/images/pt2.gif" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-2822193518342248987?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/2822193518342248987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=2822193518342248987' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/2822193518342248987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/2822193518342248987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2008/07/blog-post_5535.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-2129607256076697635</id><published>2008-07-28T11:42:00.000+07:00</published><updated>2008-07-28T11:56:59.756+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-family: times new roman;"&gt;Terimalah Tanggung Jawab &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-family: times new roman;"&gt;Untuk Menulis Skenario Kehidupan Anda Sendiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;...o...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Pastikanlah selalu bahwa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Anda sedang menuju Diri yang lebih Baik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;...o...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Masa Depan Yang Kita Pelajari dan Kita Rencanakan itu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dimulai Hari Ini&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-2129607256076697635?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/2129607256076697635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=2129607256076697635' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/2129607256076697635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/2129607256076697635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2008/07/terimalah-tanggung-jawab-untuk-menulis.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-4078523052113882822</id><published>2008-07-28T11:36:00.000+07:00</published><updated>2008-07-28T11:40:57.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ambilah risiko-risiko yang diperhitungkan.&lt;br /&gt;Itu sama sekali berbeda dengan sikap gegabah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                                                -Jend. W Smith Patton Jr.-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-4078523052113882822?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/4078523052113882822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=4078523052113882822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/4078523052113882822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/4078523052113882822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2008/07/ambilah-risiko-risiko-yang.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-3921937272784560503</id><published>2008-06-23T16:12:00.000+07:00</published><updated>2008-06-23T16:27:33.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/fsiddieq/kbhy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.geocities.com/fsiddieq/kbhy.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;KBHY in action&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Foto jadul cucu2nya H. Yahya {gw masih kliatan imut kan :))} kalo ga saleh pas lebaran di kampung makasar tempatnye keluarge nyak Isah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;kapan yee ???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Segini ini belon lengkep nih masih banyak nyang pade ngumpet di rumeh masing2...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Duhhh... senengnya bise ngumpul kaye gini... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-3921937272784560503?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/3921937272784560503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=3921937272784560503' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/3921937272784560503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/3921937272784560503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2008/06/kbhy-in-action-foto-jadul-cucu2nya-h.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-6388320244688016590</id><published>2008-06-23T15:26:00.000+07:00</published><updated>2008-06-23T15:32:39.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PRUdential'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="content" style="font-family: arial,verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="content" style="font-family: arial,verdana; color: rgb(119, 119, 112);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(5, 135, 229);"&gt;&lt;b&gt;PRU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(5, 135, 229);"&gt;&lt;i&gt;accident plus&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;PRU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;i&gt;accident plus&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; menawarkan kemudahan kepada Anda yang menginginkan perlindungan dari asuransi kecelakaan. Jika pada umumnya Anda diharuskan untuk ikut serta ke suatu program asuransi jiwa terlebih dahulu namun kini dengan &lt;span class="content" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;PRU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;i&gt;accident plus&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; Anda bebas untuk hanya memiliki asuransi kecelakan saja. Hal ini tentunya akan sangat meringankan Anda dalam besar premi yang harus dibayarkan. Anda akan mendapatkan perlindungan yang komprehensif terhadap kecelakaan yang mungkin mengakibatkan Anda cacat atau bahkan meninggal dunia. Di samping itu, program ini memberikan Anda keuntungan berupa bonus sebesar 10% dari uang pertanggungan dalam 3 tahun pertama keikutsertaan Anda serta perpanjangan polis secara otomatis setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="ppl"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="content" style="font-family: arial,verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="content" style="font-family: arial,verdana; color: rgb(119, 119, 112);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(5, 135, 229);"&gt;&lt;b&gt;PRU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(5, 135, 229);"&gt;&lt;i&gt;protector plan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;PRU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;i&gt;protector plan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; dirancang untuk memastikan Anda dan keluarga terlindung secara finansial dari berbagai peristiwa yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi di kehidupan Anda. Tidak hanya itu, sebagai program yang memberikan perlindungan asuransi jiwa sekaligus memiliki unsur tabungan, &lt;span class="content" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;PRU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;i&gt;protector plan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; selalu siap sedia dengan dana segar bagi Anda sekeluarga apabila dibutuhkan karena nilai tabungan Anda yang akan selalu bertambah selama keikutsertaan Anda. Yang paling menarik, Anda hanya perlu membayar premi 10 tahun namun perlindungan asuransinya akan terus berjalan hingga 10 tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="pme"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="content" style="font-family: arial,verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="content" style="font-family: arial,verdana; color: rgb(119, 119, 112);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(5, 135, 229);"&gt;&lt;b&gt;PRU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(5, 135, 229);"&gt;&lt;i&gt;major medical&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;PRU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;i&gt;major medical&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah ke atas akan sebuah produk asuransi kesehatan terpadu yang belum terpenuhi dengan baik oleh berbagai produk kesehatan yang tersedia di pasar saat ini. Dengan perlindungan kesehatan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 365 hari setahun di seluruh dunia, &lt;span class="content" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;PRU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;i&gt;major medical&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; memberikan bantuan kesehatan sebelum Anda menjalani rawat inap. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="content" style="font-family: arial,verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="content" style="font-family: arial,verdana; color: rgb(119, 119, 112);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;Sebagai perlindungan asuransi kesehatan utama, &lt;span class="content" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;PRU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;i&gt;major medical&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; menanggung biaya kesehatan yang tinggi dan mendadak akibat penyakit atau kecelakaan. Produk ini akan menanggung biaya kesehatan dalam US Dollar mulai dari biaya sebelum rawat inap sampai dengan masa penyembuhan, baik di Indonesia maupun di luar negeri*), seperti Singapura dan Malaysia. Apabila kondisi kesehatan Anda mengharuskan Anda mendapatkan perawatan di luar negeri, maka &lt;span class="content" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;PRU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;i&gt;major medical&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; akan menanggung biaya kesehatan yang telah dikeluarkan berdasarkan standar biaya rumah sakit di Singapura atau sesuai dengan besarnya biaya yang telah dikeluarkan, yang mana yang lebih rendah. Untuk saat ini, &lt;span class="content" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;PRU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;i&gt;major medical&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; hanya baru ditawarkan kepada para pemegang polis Prudential saja. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="content" style="font-family: arial,verdana; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="content" style="font-family: arial,verdana; color: rgb(119, 119, 112);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;&lt;span class="content" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;*) Tidak berlaku di Amerika, Kanada dan Jepang. &lt;/span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-6388320244688016590?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/6388320244688016590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=6388320244688016590' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/6388320244688016590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/6388320244688016590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2008/06/pru-accident-plus-pru-accident-plus.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-2482749838598217314</id><published>2008-06-19T11:26:00.001+07:00</published><updated>2008-06-19T11:33:00.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sms'/><title type='text'></title><content type='html'>"Apabila Allah membukakan jalan makrifat, maka jangan hiraukan amalmu yang masih sedikit itu. Karena Allah tidak membuka jalan tersebut melainkan DIA sendiri yang berkehendak memperkenalkan diri-Nya kepada mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak semua orang dapat menemukan Tuhan dengan caranya, hanya orang yang dikehendakilah yang bisa bertemu. Kita adalah orang-orang yang sudah terpilih dengan cara-Nya.&lt;br /&gt;Istiqomah dan mujahadahlah"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-2482749838598217314?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/2482749838598217314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=2482749838598217314' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/2482749838598217314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/2482749838598217314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2008/06/apabila-allah-membukakan-jalan-makrifat.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-1024086013451713848</id><published>2008-06-17T16:07:00.001+07:00</published><updated>2008-06-17T16:21:05.138+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Kata'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" Membaca atau mendiskusikan thariqah tidak akan menambah nilai apapun dalam spiritualitas kita,  Tetapi  dengan mengamalkan secara istiqomah  kita akan mengalami  perjalanan spiritual dan satu persatu hijab kita akan terbuka, saat itulah pengetahuan sejati akan berdatangan dengan sendirinya "&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-1024086013451713848?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/1024086013451713848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=1024086013451713848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/1024086013451713848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/1024086013451713848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2008/06/membaca-atau-mendiskusikan-thariqah.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-1550171989851672189</id><published>2008-03-27T10:35:00.000+07:00</published><updated>2008-03-27T10:45:16.993+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Pelajaran Dari Kehidupan&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Seorang anak yang hidup dengan ejekan, belajar untuk menjadi malu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang anak yang hidup dengan kritikan, belajar mengutuk&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang anak yang hidup dengan kecurigaan, mempelajari tipu daya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang anak yang hidup dengan pertentangan, mempelajari permusuhan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang anak yang hidup dengan kasih sayang, belajar mencintai&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang anak yang hidup dengan keberanian, mempelajari kepercayaan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang anak yang hidup dengan kebenaran, mempelajari keadilan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang anak yang hidup dengan pujian, belajar menghargai&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang anak yang hidup dengan ilmu pengtahuan, mempelajari kebijaksanaan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang anak yang hidup dengan kesabaran, belajar untuk bertoleransi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang anak yang hidup dengan kebahagiaan, akan menemukan cinta dan keindahan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-1550171989851672189?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/1550171989851672189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=1550171989851672189' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/1550171989851672189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/1550171989851672189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2008/03/pelajaran-dari-kehidupan-seorang-anak.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-6552813735946359972</id><published>2008-03-19T15:00:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T15:16:50.090+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_4TfbHiYQrSM/R-DJa85yAkI/AAAAAAAAAAM/2rUiZCOewZo/s1600-h/Image038.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_4TfbHiYQrSM/R-DJa85yAkI/AAAAAAAAAAM/2rUiZCOewZo/s200/Image038.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179361036338332226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Weeeeeeeeek&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-6552813735946359972?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/6552813735946359972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=6552813735946359972' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/6552813735946359972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/6552813735946359972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2008/03/weeeeeeeeek.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_4TfbHiYQrSM/R-DJa85yAkI/AAAAAAAAAAM/2rUiZCOewZo/s72-c/Image038.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-116763387550488100</id><published>2007-01-01T13:40:00.000+07:00</published><updated>2007-01-01T13:44:35.696+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7906/1254/1600/128461/schaap.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7906/1254/320/120476/schaap.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat Hari Raya Iedul Qurban 1427 H&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-116763387550488100?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/116763387550488100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=116763387550488100' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116763387550488100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116763387550488100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2007/01/selamat-hari-raya-iedul-qurban-1427-h.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-116443227227416711</id><published>2006-11-25T12:17:00.000+07:00</published><updated>2006-11-25T12:27:49.123+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt; Jatuh Cinta dan Ad-Diin: Sebuah Artikel Mengenai Sufisme &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Posted by &lt;a href=http://suluk.blogsome.com/2005/02/21/jatuh-cinta-dan-ad-diin-sebuah-artikel-mengenai-sufisme/&gt; Herry Mardian &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah jatuh cinta? Pernah melihat atau sekedar berkenalan pada seseorang, lalu anda mulai tertarik dengannya? Awalnya mungkin ada sebuah ‘rasa’ terhadapnya. Lalu anda mulai sering memikirkannya. Banyak hal yang dilakukannya membuat anda tertarik, walaupun mungkin tidak setiap saat kita berinteraksi dengannya. Ketika dia terlihat ramah dan tersenyum pada kita satu atau dua detik, atau sekedar berkata “Halo, apa kabar?” sambil tersenyum, pikiran kita mulai berpersepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, ramah sekali. Kayaknya baik ya.. pasti kalau jadi istri/suami akan baik… ” dan seterusnya.&lt;br /&gt;Ketika anda sedang lelah, lalu teringat lagi padanya, kamudian muncul rasa ingin bertemu dengannya. Kita mulai berimajinasi. “Kayaknya enak kalau lagi capek begini ngobrol dengannya. Pasti kebaikannya bisa membuat saya terhibur. Kalau curhat pasti dia mau dengerin deh.”&lt;br /&gt;Ketika kita melihat dia ramah pada anak-anak, maka pikiran kita berpersepsi lain lagi. “Wah, betapa dia seorang ibu/ayah yang ideal.”&lt;br /&gt;Ketika kita sudah mulai berinteraksi satu-dua kali, ternyata tutur katanya ramah, santun, dan sebagainya. Pikiran kita mengambil indikator ini, “Ternyata orangnya baik. Enak diajak ngobrol. Pemikiran kita nyambung… udah gitu humoris pula.” Ditambah lagi dengan data dari teman-teman kita, katanya dia orang baik, humoris, bertanggung jawab dan sebagainya.&lt;br /&gt;Lalu dia mulai sering ada di pikiran kita. Sosok dia, dalam pikiran kita,kini sudah menjadi imajinasi satu kepribadian manusia yang utuh: orangnya baik, cantik/ganteng, ramah, cerdas, humoris, bertanggung jawab, dan seorang suami atau istri yang ideal. Sepotong senyum atau interaksi satu-dua kali, sudah cukup untuk membuat mekanisme kecerdasan kita membentuk satu sosok kepribadian yang utuh di dalam imajinasi kita. Dan sekarang, dengan sosok yang utuh di dalam pikiran kita ini, kita mulai benar-benar jatuh cinta kepadanya. Ingat terus, kalau ditelepon atau ketemu merasa senang sekali, dan seterusnya.&lt;br /&gt;Indikator-indikator kepribadian yang tadinya disimpan di kepala kita sebagai data, dengan kemampuan persepsi otak kita diolah menjadi suatu sosok yang utuh, dan akhirnya kita jatuh cinta dengan sosok ini. Indah sekali kan?&lt;br /&gt;Pada tahap ini, kenapa kita bisa jatuh cinta hanya dengan satu senyum, atau satu-dua kali interaksi? Imajinasi. Itulah keunggulan mekanisme pikiran kita. Kita dibekali kemampuan berimajinasi tentang sesuatu, sehingga dari data yang sedikit bisa dipersepsikan, atau diimajinasikan, bagaimana sosok kepribadian orang itu dengan utuh.&lt;br /&gt;Lalu semakin lama anda berinteraksi dengannya, mulai nampak pula hal-hal yang tidak terlalu kita sukai dari dirinya. Kita mulai menimbang-nimbang, berfikir positif atau negatif mengenai dirinya. Cinta kita sudah mulai memasuki tahap cinta rasional, bukan hanya cinta emosional. Rasa cinta tidak lagi demikian terasa dahsyat dan menggebu-gebu di dalam dada kita. Sekarang kita mulai ‘mendapatkan pengalaman’ (meng-experience) interaksi dengan dia yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Pada tahap ini, bisa jadi kita malah sebal, atau ternyata berkesimpulan tidak cocok dengannya. Atau jika kebetulan kita sampai di jenjang pernikahan, setelah sepuluh tahun menikah, misalnya, cinta kita tidak lagi terasa demikian emosional dan menyenangkan seperti ketika awal bertemu. Pada tahap ini, cinta kita sudah mulai menjadi cinta yang rasional dan dewasa. Diwarnai oleh tanggung jawab, peran sosial, kewajiban, pemakluman, dan lain sebagainya. Intinya, kini belum tentu ’semuanya indah sekali’ seperti dulu.&lt;br /&gt;Lalu kenapa dulu rasa cinta itu bisa terasa demikian menyenangkan dan ‘dahsyat’ terasa di dalam dada? Sekali lagi, imajinasi. Dulu, sebenarnya kita jatuh cinta bukan pada dia, tapi jatuh cinta kepada ‘imajinasi kita tentang dia’. Kita jatuh cinta pada sosok dia yang ada di pikiran kita, bukan pada dia yang sebenarnya. Kini, setelah lama berinteraksi dengannya, kita mulai mengenal dia yang asli, bukan hanya imajinasinya. Dia yang asli, dengan ‘imajinasi kita tentang dia’ tentu berbeda.&lt;br /&gt;Dia yang asli bisa kita kenali dengan interaksi dengannya, dan bukan melalui ‘imajinasi’ kita tentang dia.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan mengenal Tuhan. Sebenarnya, tidak cukup untuk mengenal Dia hanya dengan indikator sifat yang diperoleh ‘kata teman’, menurut buku, kata kiyai, dan sebagainya. Kita selama ini hanya mendapatkan data tentang Dia dengan ‘katanya’. Kalau kita jujur pada diri kita sendiri, tanyakanlah: siapa Tuhan yang kita mengaku mencintai-Nya itu? Siapa yang kita sembah itu? Jawablah dengan jujur: kita benar-benar mencintai-Nya, atau baru mencintai imajinasi kita tentang diri-Nya, yang terbentuk di kepala kita?&lt;br /&gt;Sudahkah kita mengenal Dia yang sebenarnya, dan bukan sosok Dia yang dalam imajinasi kita itu? Siapa yang kita sembah? Dia yang asli, atau Dia yang imajinasi kita? Padahal Tuhan tidak menerima penyembahan selain kepada Dia. Dia yang asli.&lt;br /&gt;Seseorang yang memasuki disiplin sufi, sebenarnya adalah mereka yang ingin mengenal Dia secara real dan bukan imajinasi pikiran saja, bukan ‘kata orang’, justru karena tidak ingin jatuh pada kemusyrikan dengan terpeleset menyembah ‘Tuhan yang imajinasi’. Mereka ingin meng-experience Tuhan yang sebenarnya (tentunya dengan sangat tidak mudah, karena Tuhan adalah sesuatu yang Maha Tinggi). Walaupun ini sangat sulit, tapi sebagian orang berusaha –berjihad– dengan segenap dirinya untuk menjalankan disiplin ini.&lt;br /&gt;Dan karena pintu mengenal Tuhan adalah kesucian qalbu, maka mustahil pula orang yang mengaku menjalankan disiplin ini tanpa menjalankan syariat yang telah ditetapkan Qur’an dan Rasulullah saw. Kalau ada ’sufi’ (dalam tanda kutip) yang tidak shalat atau puasa, misalnya, sudah jelas dia hanya ‘mengaku-aku’ saja sedang menjalankan disiplin tasawuf. Mustahil qalbu bisa menjadi suci tanpa syari’at. Rasulullah adalah gerbang menuju Allah.&lt;br /&gt;“Bagaimana jika sudah ma’rifat? Apakah syariat tidak lagi diperlukan? Maka shalat tidak perlu lagi dong.. ” Nah, ini juga sebuah kesalahan umum yang sangat mendasar. Ma’rifat bukan akhir perjalanan. Ma’rifatullah (mengenal Allah) adalah proses akhir, bukan titik akhir. Perhatikan: proses, bukan titik. Dan semua orang yang benar-benar menjalankan disiplin tasawuf ini tahu, proses akhir ini adalah sebuah proses yang tidak akan pernah berakhir, karena Tuhan adalah Maha Tak Terbatas. Proses mengenal sesuatu yang tak terbatas akan berlangsung selama jangka waktu yang tak terbatas pula.&lt;br /&gt;Hanya bedanya dengan berinteraksi dengan manusia, kalau semakin mengenal manusia kita akan semakin mengenal kekurangannya pula, tapi jika dengan Tuhan, semakin berinteraksi dengan Tuhan, Karena Dia Maha Indah, maka semakin mengenal-Nya pun akan semakin jatuh cinta dan semakin jatuh cinta saja. Tapi bedanya, bukan cinta yang di-indoktrinasi ke kepala kita sendiri: “Saya mencintai Tuhan!! Alangkah indahnya Tuhan!!” dan semacamnya. Kecintaan pada tahap ini adalah sebuah ungkapan hati yang jujur. Sebuah cinta yang ‘dialami’, bukan cinta yang diindoktrinasikan ke kepala.&lt;br /&gt;Inilah makna dari perkataan yang masyhur dari salah seorang sahabat Rasul: “Awaluddiina Ma’rifatullah”. Awalnya Ad-Diin adalah mengenal Allah. Karena dengan mengenal Dia yang sebenarnya, barulah seseorang berinteraksi dengan Ad-Diin yang sebenarnya pula. Jika seseorang hanya mengenal imajinasi dirinya sendiri tentang Allah, seharusnya perlu dipertanyakan apakah kita benar-benar berjalan di atas Diin (agama)? Atau kita hanya ‘berimajinasi’ tentang ad-Diin itu?&lt;br /&gt;Demikian pula, seseorang tidak bisa dikatakan sebagai seorang sufi atau sedang menjalankan disiplin tasawuf, jika hanya membaca buku-buku tentang tasawuf dan sufi, atau menghadiri pertemuan dan ceramah tasawuf. Inti disiplin tasawuf adalah pengalaman, experience, dan bukan ‘data tentang sufi’. Seseorang tidak menjadi sufi jika semata-mata hanya ‘tahu banyak tentang sufi’ tapi tidak menjalani, mengamalkan, meng-experience sufisme.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-116443227227416711?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/116443227227416711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=116443227227416711' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116443227227416711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116443227227416711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/11/jatuh-cinta-dan-ad-diin-sebuah-artikel.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-116225547418017968</id><published>2006-10-31T07:01:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T08:02:33.200+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt; Sebab Kekalahan Kaum Muslimin di Dunia &lt;/b&gt;&lt;/font color&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kesalahan pokok ialah : biasanya kaum muslimin dewasa ini di Dunia selalu saja menganggap dirinya telah memenuhi syarat taqwa dalam beragama, tanpa dicarinya cara untuk menguji coba akan ketaqwaannya itu, ia selalu saja lekas puas diri, Lihat kaum muslimin di Timur Tengah itu! Bukan mereka tidak shalat, bukan tidak puasa, bukan tidak mengeluarkan zakat, bukan tidak naik haji, bukan tidak menyebut dua kalimah syahadat, sebagai pokok utama dari pada Al – Islam, mereka bukan tidak beriman, bukan tidak islam, namun mereka sebenarnya tetap saja belum taqwa, walaupun mereka mengaku bahwa mereka itu benar-benar telah taqwa, karena telah melaksanakan segala suruh dan telah menghentikan segala cegah, tetapi mereka melupakan salah satu syarat pokok yang maha penting dari semua ibadath, dari semua rukun islam, dari semua rukun iman, semua ibadath harus dilaksanakan atas dasar hati yang benar-benar suci, khalis mukhlisin, dan ini hanya dapat terwujud, kalau seluruh unsur-unsur fatal dari seluruh pengaruh angkara murka, hawa napsu, dunia, syaitan, telah hilang lenyap sama sekali dari hati sanubari mereka, Bagaimana mungkin mereka itu melaksanakan hal ini, sedangkan Dunia Islam tidak pernah menseminarkan, kami ulangi seluruh dunia Islam tidak pernah menseminarkan bagaimana caranya pelaksanaan teknis supaya sholat itu berdiri khusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia Islam selama ini hanya menseminarkan syariat islam, kebudayaan, sejarahnya, tarikh – tarikhnya, kemuliaan-kemuliaannya, dan lain-lainnya, tetapi tidak pernah melaksanakan suatu seminar, suatu diskusi mendalam bagaimana cara pelaksaan teknis, supaya shalat itu benar-benar khusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya orang yang shalatnya khusuk, hanya inilah yang mampu mendapat kemenangan” , mereka yang mampu menegakkan shalat khusuk dalam shalatnya, inilah dia yang akan mendapat kemenangan, sesuai dengan surat Al-Mu’minuun ; ayat 1 dan 2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Qad aflahal mukminuuna alladziina hum fii-shalatihim khyaasyi’uun”&lt;br /&gt;Artinya : “Sesungguhnya mendapat kemenanganlah orang-orang mukmin yang berhati khusuk dalam shalatnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita benar-benar harus kuasai, harus ketahui benar-benar akan rahasia cara ilmu pelaksanaan teknisnya, bagaimana cara mendirikan shalat khusuk! Kalau shalat khusuk telah dapat dilaksanakan, ini berarti bahwa semua unsur-unsur, semua gelombang-gelombang, semua getaran – getaran dari angkara murka, hawa napsu, dunia syaitan, telah habis dan hilang sama sekali, karena cara pelaksanaan teknisnya agar supaya shalat itu khusuk, disinilah letak kesalahan yang paling besar, paling pokok dari semua itu, karena tetap saja merajalela, selalu saja dan senantiasa dalam keadaan yang sehalus-halusnya, As-Syaitan dengan selicik-liciknya mendekam dalam hati sanubari kita, Bagaimana mungkin tiap ibadath kita akan dapat khusuk, dan suci murni, dan jelas tidak akan sampai kepada Allah, karena selalu dikotori oleh pengaruh-pengaruh, gelombang – gelombang angkara murka, hawa nafsu, dunia syaitan. Berarti semua ibadath kita akan tertolak, tidak akan sampai pada Allah SWT! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fawailul lil mushalliin alladziina hum anshalatihim saahuun”&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Neraka wail, celaka, bagi orang yang shalat(dan seluruh ibadathnya) karena hatinya lalai daripada mengingat Allah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=http://www.suraukita.org/file/detail/detailheadline.php?id=2&gt;Pidato Prof.DR.H.Kadirun Yahya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-116225547418017968?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/116225547418017968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=116225547418017968' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116225547418017968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116225547418017968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/10/sebab-kekalahan-kaum-muslimin-di-dunia.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-116209387796185848</id><published>2006-10-29T10:48:00.000+07:00</published><updated>2006-10-29T11:05:09.363+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;font color="green"&gt;Fajar Siddieq dan Keluarga mengucapkan :&lt;/b&gt;&lt;/font color="green"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/1600/lebaran.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/320/lebaran.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-116209387796185848?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/116209387796185848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=116209387796185848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116209387796185848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116209387796185848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/10/fajar-siddieq-dan-keluarga-mengucapkan.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-116122846874610343</id><published>2006-10-19T10:10:00.000+07:00</published><updated>2006-10-19T10:27:49.343+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/1600/Picture%20073.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/200/Picture%20073.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasywa sudah mulai kuat mengangkat kepalanya, tapi kalo sudah cape kasihan juga ga bisa nafas,&lt;br /&gt;nangis deh minta dibalikin telentang.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-116122846874610343?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/116122846874610343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=116122846874610343' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116122846874610343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116122846874610343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/10/nasywa-sudah-mulai-kuat-mengangkat.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-116096605161198118</id><published>2006-10-16T09:16:00.000+07:00</published><updated>2006-10-16T09:34:11.686+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/1600/Picture%20026.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/320/Picture%20026.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nasywa umur 2 bulan 3 minggu&lt;br /&gt;Sudah bisa tengkurep (tapi belom bisa balik lagi)&lt;br /&gt;he... he... he...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-116096605161198118?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/116096605161198118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=116096605161198118' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116096605161198118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116096605161198118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/10/nasywa-umur-2-bulan-3-minggu-sudah.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-116096484223954256</id><published>2006-10-16T09:05:00.000+07:00</published><updated>2006-10-16T09:14:02.400+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/1600/Picture%20017.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/200/Picture%20017.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nasywa lagi dimandiin sama bunda...&lt;br /&gt;Terpaksa mandi di bak kecil... darurat om...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-116096484223954256?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/116096484223954256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=116096484223954256' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116096484223954256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116096484223954256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/10/nasywa-lagi-dimandiin-sama-bunda.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-116096421600113839</id><published>2006-10-16T08:50:00.000+07:00</published><updated>2006-10-16T09:03:36.550+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/1600/Picture%20001.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/200/Picture%20001.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adikku (Bunda dan Zhariif) &lt;br /&gt;Mulai seneng main game toh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-116096421600113839?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/116096421600113839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=116096421600113839' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116096421600113839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/116096421600113839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/10/adikku-bunda-dan-zhariif-mulai-seneng.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-115796567665719081</id><published>2006-09-11T12:47:00.000+07:00</published><updated>2006-10-29T11:30:07.860+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menjadi Orang Tua Yang Lebih Baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi orang tua merupakan hal yang sangat menyenangkan, tetapi menjadi orang tua juga merupakan hal yang mudah. Berikut ini beberapa langkah yang dapat anda coba untuk menjadi orang tua yang lebih baik bagi anak anda:&lt;br /&gt;Cobalah untuk meningkatkan rasa percaya diri anak anda Anak-anak mulai mengembangkan rasa percaya dirinya sejak mereka masih bayi. Mereka mengembangkannya sesuai dengan contoh-contoh perilaku yang anda berikan. Nada suara anda, bahasa tubuh anda, dan setiap ekspresi-ekspresi yang anda tunjukkan akan mereka olah secara sederhana. Semua kata-kata dan sikap anda akan mempengaruhi perkembangan rasa percaya dirinya lebih besar dari pada pengaruh hal-hal lain. Karenanya, pujian yang diberikan untuk anak bila ia berhasil dalam melakukan sesuatu walaupun hanya merupakan hal-hal kecil akan membuat ia bangga. Mengijinkannya untuk melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain akan membuatnya merasa mampu untuk mandiri. Sebaliknya, terlalu sering melarang anak untuk mengerjakan sesuatu akan membuatnya merasa tidak mampu dan kurang percaya diri.&lt;br /&gt;Hindari mengucapkan kata-kata seperti “kau ceroboh sekali” atau “kau lebih ceroboh dari pada adikmu”. Komentar semacam ini dapat melukai perasaan anak anda. Berpikirlah sebelum anda mengucapkan sesuatu yang sekiranya dapat menyakiti anak. Biarkan mereka tahu bahwa setiap orang dapat membuat kesalahan dan kesalahan yang ia buat tidak akan menyebabkan anda tidak lagi mencintainya.&lt;br /&gt;Perhatikan sikap baik yang ditunjukkan oleh anak anda Mungkin anda mengkritik anak anda lebih sering dari pada memujinya. Coba anda rasakan bagaimana bila anda sering dikritik oleh bos anda? Demikianlah yang akan dirasakan oleh anak anda.&lt;br /&gt;Langkah yang cukup berguna dalam menjadi orang tua yang lebih baik adalah dengan memperhatikan sikap baik yang ditunjukkan oleh anak anda. Ungkapkan perhatian anda tersebut dalam kata-kata seperti “kau mau sikat gigi tanpa perlu diminta, itu bagus sekali”. Ucapan-ucapan semacam ini akan lebih mendorong mereka untuk bersikap baik dari pada kata-kata keras seperti perintah. Jangan ragu-ragu untuk memuji anak bila ia bersikap baik. Anak anda akan selalu bersikap seperti ini tanpa harus disuruh lagi.&lt;br /&gt;Beri batasan-batasan yang konsisten agar anak disiplin Disiplin sangat diperlukan agar anak dapat tumbuh dengan perilaku yang baik serta memiliki pengendalian diri. Tetapkan aturan-aturan di rumah yang dapat membantu anak memahami arti disiplin, seperti aturan menonton TV setelah menyelesaikan PR. Bila anak tidak mematuhi aturan beri hukuman kepada anak. Ingatlah bahwa hukuman yang diberikan harus bersifat membangun dan konsisten.&lt;br /&gt;Sediakan waktu anda untuk anak Ingatlah bahwa anak selalu ingin berada dekat dengan orang tuanya. Karena itu, sediakan sejumlah waktu anda untuk beraktivitas dengan anak. Waktu yang anda berikan tersebut tidak perlu berlebihan melainkan harus berkualitas.&lt;br /&gt;Bangunlah lebih pagi agar anda dapat makan pagi bersama anak serta tanyakan kegiatan sekolah mereka hari itu. Anak-anak yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung untuk bersikap buruk karena mereka menganggap perilaku mereka tidak diperhatikan oleh orang tuanya.&lt;br /&gt;Jadikan diri anda panutan yang baik Anak kecil belajar bagaimana berperilaku dengan mengamati perilaku anda. Semakin muda usia anak anda maka semakin mudah ia menirukan perilaku anda tanpa berpikir panjang. Ingatlah bahwa anak anda selalu mengamati perilaku anda. bersikaplah sebagaimana anda ingin anak anda bersikap. Tunjukkan sikap hormat, ramah, jujur, dan penuh tenggang rasa. Jangan bersikap egois. Lakukan hal-hal kecil untuk orang lain tanpa mengaharapkan imbalan. Yang penting adalah perlakukan anak anda sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain.&lt;br /&gt;Komunikasi merupakan hal yang penting Anda tidak bisa mengharapkan anak anda akan patuh begitu saja bila anda memintanya untuk melakukan sesuatu. Anak-anak perlu penjelasan mengenai aturan, perintah ataupun harapan-harapan anda. Beri alasan dan penjelasan setiap kali anda memberikan nasihat atau aturan.&lt;br /&gt;Jika anda menghadapi masalah dengan anak anda, ajak ia untuk ikut memecahkannya bersama-sama. Anak-anak yang diajak berdiskusi akan merasa lebih termotivasi untuk melaksanakan langkah-langkah pemecahan yang anda tetapkan.&lt;br /&gt;Jadilah orang tua yang “fleksibel” Jika anda sering kali dikecewakan oleh perilaku anak anda mungkin karena anda berharap terlalu tinggi dari anak anda.&lt;br /&gt;Lingkungan sekitar anak akan memberi pengaruh kepada anak. Jika anda terus menerus berkata tidak kepada anak anda yang berusia 2 tahun, coba ubahlah lingkungan sekitar anak sehingga lebih sedikit hal-hal yang sekiranya dapat menyebabkan anda berkata tidak.&lt;br /&gt;Dengan semakin dewasanya anak anda maka anda juga perlu untuk mengubah sikap anda terhadapnya.&lt;br /&gt;Tunjukkan kepada anak bahwa anda akan selalu mencintainya apapun yang terjadi Sebagi orang tua, anda bertanggung jawab dalam membimbing anak anda. Yang penting adalah cara anda membimbingnya. Jangan terlalu menyalahkan, mengkritik, atau mencari-cari kesalahan anak. Ini dapat menurunkan rasa percaya dirinya dan membuatnya merasa marah dan sedih. Sebaliknya, berusahalah untuk selalu menunjukkan rasa sayang anda walaupun anda sedang menghukumnya. Pastikan ia tahu bahwa walaupun ia telah berbuat kesalahan, anda akan tetap mencintainya.&lt;br /&gt;Hati-hati akan harapan-harapan anda terhadap anak anda Ingatlah bahwa anda bukan seorang yang sempurna. Kenalilah kekuatan dan kelemahan anda. Begitu pula dengan anak anda, ia juga bukan manusia yang sempurna. Jangan berharap hal-hal yang tidak realistis kepada anak anda. Dalam bersikap sebagai orang tua, usahakan untuk lebih memfokuskan diri pada area tertentu yang sekiranya memerlukan perhatian khusus.&lt;br /&gt;(cfs/kidshealth.org)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-115796567665719081?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/115796567665719081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=115796567665719081' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/115796567665719081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/115796567665719081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/09/menjadi-orang-tua-yang-lebih-baik.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-115528993797337179</id><published>2006-08-11T16:51:00.000+07:00</published><updated>2006-08-11T16:52:30.370+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FRIDAY IS HAPPY DAY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis begadang semaleman dengan tidur yang tidak teratur ....&lt;br /&gt;ntar pules ntar bangun.... baby crying....&lt;br /&gt;sampe kedengeran adzan subuh berkumandang... &lt;br /&gt;mata masih merem melek....&lt;br /&gt;baby blom juga bobo.... &lt;br /&gt;.......&lt;br /&gt;Abis sarapan... udah rapi mo berangkat kerja.....&lt;br /&gt;masih ada waktu main sama my baby....&lt;br /&gt;tiba-tiba....&lt;br /&gt;MY BABY NASYWA .... NGOMPOLIN CELANA KERJA KU....&lt;br /&gt;oOOOOOOoooo.........&lt;br /&gt;Sebel bercampur bangga dan bahagia.....&lt;br /&gt;Baru merasakan hal seperti itu....&lt;br /&gt;pertama kali....&lt;br /&gt;........  &lt;br /&gt;........&lt;br /&gt;Besok baby Nasywa bikin peristiwa bahagia apa lagi yaa.....?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-115528993797337179?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/115528993797337179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=115528993797337179' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/115528993797337179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/115528993797337179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/08/friday-is-happy-day-abis-begadang.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-115448232891910867</id><published>2006-08-02T08:30:00.000+07:00</published><updated>2006-08-02T08:53:35.696+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/1600/250706b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/320/250706b.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt; Nasywa dan Bunda &lt;/center&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-115448232891910867?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/115448232891910867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=115448232891910867' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/115448232891910867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/115448232891910867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/08/nasywa-dan-bunda.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-115448215893857444</id><published>2006-08-02T08:26:00.000+07:00</published><updated>2006-08-02T08:53:24.440+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/1600/Picture%288%29.1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/320/Picture%288%29.1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt; Nasywa berumur 2 hari di RS Yadika &lt;/center&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-115448215893857444?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/115448215893857444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=115448215893857444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/115448215893857444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/115448215893857444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/08/nasywa-berumur-2-hari-di-rs-yadika.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-115442050060530516</id><published>2006-08-01T15:17:00.000+07:00</published><updated>2006-08-02T08:43:34.270+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/1600/Picture%286%29.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7906/1254/320/Picture%286%29.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt; Alhamdulillah telah hadir putri pertama kami :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aliefa Nasywa Puteri Siddieq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Senin, 18.00 WIB, 24 juli 2006&lt;br /&gt;Di RS Yadika, Pondok Bambu - Jakarta &lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-115442050060530516?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/115442050060530516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=115442050060530516' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/115442050060530516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/115442050060530516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/08/alhamdulillah-telah-hadir-putri.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-113635482487905177</id><published>2006-01-04T13:06:00.000+07:00</published><updated>2006-01-04T13:07:04.930+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>"When Hallaj's love for God reached its utmost limit, he became his own enemy and naughted himself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said, "I am Haqq," that is, "I have been annihilated; God remains, nothing else."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is extreme humility and the utmost limit of servanthood.&lt;br /&gt;It means, "He alone is." To make a false claim and to be proud is to say,&lt;br /&gt;"Thou art God and I am the servant."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For in this way you are affirming your own existence, and duality is the necessary result... Hence God said, "I am God."&lt;br /&gt;Other than He, nothing else existed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hallaj had been annihilated, so those were the words of God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pharaoh said, "I am God," and became despicable.&lt;br /&gt;Hallaj said "I am Haqq," and was saved.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That "I" brought with it God's curse, but this "I" brought His Mercy, oh friend!&lt;br /&gt;To say "I" at the wrong time is a curse, but to say it at the right time is a mercy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Without doubt Hallaj's "I" was a mercy, but that of Pharaoh became a curse.&lt;br /&gt;Note this!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(William C. Chittick, Fihi ma Fihi, in 'The Sufi Path of Love: The Spiritual Teachings of Rumi', pp. 191-193)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-113635482487905177?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/113635482487905177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=113635482487905177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113635482487905177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113635482487905177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/01/when-hallajs-love-for-god-reached-its.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-113635467874488796</id><published>2006-01-04T12:51:00.000+07:00</published><updated>2006-10-29T11:13:03.680+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;font color="green"&gt;Cinta Itu hikmah, ujian, dan bahan baku doa.&lt;/font color&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#FF9900"&gt;Itu sebuah hikmah:&lt;/font color&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa tiada yang kekal. Bahkan cinta yang pernah terasa dahsyat, itu pun tidak kekal. Akan ada habisnya, dan akan ada tumbuhnya kembali. Hikmah ini, pada akhirnya, akan mengajarkan satu hal: hanya Allah yang konstan. Allah konstan, sekaligus dinamik. Dia kekal, sekaligus bisa merubah apapun dan kapanpun, sehingga berubah. Pada akhirnya nanti kita akan belajar, bahwa dua kutub yang bertolak belakang, dua hal yang berlawanan, akan menyatu di Dia saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta merupakan hak-Nya. Cinta adalah sebuah rasa yang agung, yang indah, dan datang dari Dia, walaupun bisa jadi lewat pintu syahwat dan hawa nafsu. Kita tidak mungkin mengenal cinta ilahiyyah, jika kita tidak tau rasa cinta manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa mencintai seseorang yang kemudian menjadi pasangan kita, tidak bisa dilogikakan. Kenapa mencintai si A? Kenapa begitu anak kita lahir, tiba-tiba saja tumbuh sebuah rasa cinta baru yang amat sangat kepada anak kita itu? Karena Dia yang menghadirkan rasa itu. Kita bisa mencintai seseorang, karena Dia yang memberikannya. Dia menghadirkan apapun, dan kapanpun, sekehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta makhluk, membutuhkan dua pihak. Dan supaya cinta ini hidup, keduanya harus serempak. Sebagaimana sayap, mustahil terbang jika tidak serempak. Dalam cinta makhluk, jika penghayatan keduanya berbeda, jika cakrawala pandang berbeda, jika kedalaman perenungannya berbeda, dan pemaknaan cintanya berbeda, kedua cinta tidak akan bertemu. Akhirnya cinta akan mati. Maka dari itu, jika dalam pasangan salah satu tidak berusaha mengimbangi yang lain, atau salah satu tertinggal dalam hal penghayatan cinta maupun kedalaman perenungannya, akan mati. Tapi setiap kematian, akan melahirkan sesuatu yang baru. Demikian pula cinta. Kematian cinta akan melahirkan sesuatu yang lebih tinggi lagi. Bisa jadi cinta yang baru, yang lebih dalam, maupun hikmah. Bisa apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#FF9900"&gt;Itu sebuah ujian:&lt;/font color&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Dia sedang membuat kita merenung sumpah kita dulu ketika menikah. Pasangan kita akan semakin tampak ketidaksempurnaannya. Tapi seharusnya, kita menerimanya apa adanya. Kita pernah bersumpah di akad nikah dulu: kita menerimanya dalam keadaan apapun. Kita bersumpah ‘mengabdi’ pada pasangan, sebagai wujud pembelajaran pengabdian pada Dia. Sempurna ataupun tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah pun demikian. Walaupun Dia Maha Sempurna, ada kalanya Dia tampak tidak sempurna di mata kita yang bodoh ini. Kadang tindakan-Nya menyakitkan kita, kadang menyebalkan kita. Kadang kita tidak memahami-Nya, kadang Dia demikian membingungkan. Kadang cinta kita pada-Nya terkikis. Meski demikian, akankah kita hentikan pengabdian ini kepada-Nya? Apakah kita hanya mau mencintai-Nya, jika Dia memberi imbalan saja? Jika kita mampu merasakan rasa dimanja-Nya saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar ‘mengabdi’ (dalam tanda kutip) pada pasangan, pada akhirnya kita akan belajar mengabdi kepada-Nya. Kita berusaha memenuhi hak-hak anak dan istri sebaik-baiknya, seorang istri berusaha memenuhi hak-hak suami dan anak-anaknya sebaik-baiknya pula, maka lambat laun kita akan belajar untuk memenuhi hak-hak Allah sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="#FF9900"&gt;Itu sebuah bahan baku doa:&lt;/font color&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu membutuhkan bahan baku. Kekhusyukan dan rasa fakir kepada-Nya pun membutuhkan bahan baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pemilik cinta. Jika kita tidak mampu menumbuhkannya, jika kita tidak lagi memilikinya, akui saja kefakiran kita kepada-Nya. Mintalah, mohonlah. Kita meminta sesuatu yang benar-benar kita butuhkan, dengan demikian kita akan menghasilkan sebuah doa yang original, sebuah doa yang bukan sekedar basa-basi di bibir. Kita akan memohonkan sebuah doa yang kita pahami: bahwa kita membutuhkan rasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentikanlah mengeluh, menyalahkan pasangan kita bahwa dia begini dan begitu, sehingga kita tidak lagi mencintainya. Jika Allah tidak lagi mencintai kita, apakah kita akan menyalahkan-Nya? Lihatlah pada diri kita, bercerminlah. Apa yang kita perbuat, sehingga Dia tidak lagi mencintai kita. Demikian pula dalam hal cinta pada pasangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu sampai pada kita, bukan saja diizinkan-Nya, tapi bahkan –dikehendaki-Nya– untuk terjadi. Ini adalah bahan baku perenungan dan permohonan, bukan bahan baku keluhan dan ketidak ikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika cinta kita pada seseorang terasa semakin hambar, mohonlah untuk disegarkan, ditumbuhkan kembali. Jika kita tidak mencintai Dia, maka mohonlah akan rasa cinta kepada-Nya. Jika kita mencintai yang terlarang, maka mohonlah pula agar syahwat cinta itu dipadamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu adalah tamu dari-Nya. Tamu datang ke qalb kita sebagai ‘Rasul-Nya’, untuk mengingatkan kita bahwa sebenarnya, disadari maupun tidak, kita membutuhkan Dia. Kita hanya bisa meminta pada Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Artikel aslinya milik Herry. (Punten mas Herry, dikutip nih.)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-113635467874488796?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/113635467874488796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=113635467874488796' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113635467874488796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113635467874488796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2006/01/cinta-itu-hikmah-ujian-dan-bahan-baku.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-113591548290736260</id><published>2005-12-30T09:24:00.000+07:00</published><updated>2006-01-02T09:09:35.266+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;selamat Tahun Baru 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang merayakan........... :)&lt;br /&gt;Cos aku sendiri ga ngerayain jeee..&lt;br /&gt;Mulailah hari dengan senyuman, karena itu akan membuat dunia yang kita jalani akan terasa lebih ramah. Harapan, impian dan cita-cita tidak akan terwujud jika tidak kita mulai dari sekarang, ini adalah moment yang bagus buat kita untuk memulai sesuatu dengan kebesaran hati dan tetap tawadhu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-113591548290736260?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/113591548290736260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=113591548290736260' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113591548290736260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113591548290736260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2005/12/selamat-tahun-baru-2006-bagi-yang.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-113521947994117342</id><published>2005-12-23T09:30:00.000+07:00</published><updated>2005-12-22T09:51:35.883+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>bangun pagi sekali boo..&lt;br /&gt;udah janji sama my wife untuk nganter ke kantor pagi2 cos dia upacara hari ibu. &lt;br /&gt;Wrakadah.................&lt;br /&gt;Bener aja kan sampe kantor pusdatin belon ada yang dateng, terpaksa ambil kunci di satpam (untung ga ada Pak Satpam...langsung ambil aja, jadi ga banyak cingcongan...)&lt;br /&gt;&lt;FONT COLOR="red"&gt;LEARNING......LEARNING......AND LEARNING&lt;/FONT&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-113521947994117342?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/113521947994117342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=113521947994117342' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113521947994117342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113521947994117342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2005/12/bangun-pagi-sekali-boo.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-113513563721886500</id><published>2005-12-21T10:12:00.000+07:00</published><updated>2006-10-29T11:28:09.300+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Brain/otak/pikiran kita ? kata “sobat” ia adalah harddisk yang sangat besarnya karenanya dia sanggup menampung berjuta-juta memori di dalamnya. Setuju sekalee…. Bisa jadi kita lah yang telah diberikan fasilitas tersebut yang kurang maksimal dalam mengeksplorasinya :D&lt;br /&gt;Btw yang tertinggi dari segalanya adalah hati yang berisi ruhaniyah yang baik dan selalu berdzikir , dialah panglima dari segala raga .&lt;br /&gt;Thanks GOD atas karunia yang Engkau berikan……….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-113513563721886500?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/113513563721886500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=113513563721886500' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113513563721886500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113513563721886500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2005/12/brainotakpikiran-kita-kata-sobat-ia.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-113497136782383980</id><published>2005-12-19T12:35:00.000+07:00</published><updated>2005-12-19T12:50:44.620+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>18 Dec... Ubudiyah di surau kami tercinta. banyak yang ikut dari halim aja ada belasan orang.meski berangkat pagi tapi sampai di surau bahagia banget, bisa ketemu temen2 terutama Ahmad Zharrif ( ponakan ku ). dia lagi kurang reaktif kemarin (kecapean main brkali). Ubudiyah ngedak lantai 2 surau wanita, untung banyak yang datang jadi bisa selesai setengah hari aja.&lt;br /&gt;trus minum es buah bikinan bude lastri (aktivis surau........ calon penghuni sorga :)) and makan siang ekbanyakan bikin perut jadi begah banget...................&lt;br /&gt;ketinggalan wirid zhuhur ..................... rugi banget  !!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;pulang ga lupa bawa AT, oleh2 buat istri tersayang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-113497136782383980?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/113497136782383980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=113497136782383980' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113497136782383980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113497136782383980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2005/12/18-dec.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-113454141856332781</id><published>2005-12-14T13:21:00.000+07:00</published><updated>2005-12-14T13:23:38.563+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Kenapa tiap hari ga ada semangat ???? :(&lt;br /&gt;Ada apa dengan G .........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-113454141856332781?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/113454141856332781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=113454141856332781' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113454141856332781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113454141856332781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2005/12/kenapa-tiap-hari-ga-ada-semangat-ada.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19714602.post-113444569385290326</id><published>2005-12-13T10:47:00.000+07:00</published><updated>2006-10-29T11:26:26.280+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Morning sickness atau rasa mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan di trimester pertama (0-12minggu).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyebab &lt;/b&gt;yang pasti masih belum diketahui diduga karena pengaruh perubahan psikologis dan adanya pengaruh perubahan hormonal selama kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil laporan menunjukkan bahwa hampir 50-90% dari wanita hamil mengalami mual pada trimester pertama (3 bulan pertama kehamilannya. Mual terhadap makanan tertentu, bahkan hanya karena mencium bau makanan tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap wanita hamil akan memiliki derajat mual yang berbeda-beda, ada yang tidak terlalu merasakan apa-apa, tapi ada juga yang merasa mual dan ada yang merasa sangat mual dan muntah setiap saat sehingga memerlukan pengobatan &lt;b&gt;(hiperemesis gravidarum) &lt;/b&gt; Setiap wanita adalah special, dengan karakteristik tersendiri.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morning sickness walaupun disebut sebagi morning sickness bukan berarti rasa mualnya hanya terjadi di pagi hari saja, rasa mual dapat terjadi setiap saat, bisa malam, siang ataupun setiap waktu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19714602-113444569385290326?l=fsiddieq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fsiddieq.blogspot.com/feeds/113444569385290326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19714602&amp;postID=113444569385290326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113444569385290326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19714602/posts/default/113444569385290326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fsiddieq.blogspot.com/2005/12/morning-sickness-atau-rasa-mual-dan.html' title=''/><author><name>fajar siddieq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
