Wednesday, January 25, 2012

Renungan Malam akan suatu nilai kebersamaan

Sering kali kita dengar kata kata : “ Aku sudah banyak mengalah “ .. atau biarlah aku mengalah untuk menang .

Sebetulnya , kalau Nilai – Nilai ( Value ) kita sudah sama , tak perlu lagi kata mengalah , karena masing masing kita sudah tau apa sikap kita ... artinya semua nya harus menang .

Umumnya kita membangun kebersamaan dengan kedekatan physic , bukan membangun suatu nilai yang sama .

Contoh , suatu keluarga membuat suatu aturan kalau week end harus pergi bareng atau harus makan diluar bareng , tujuannya membangun kebersamaan atau pendekatan .

Tapi begitu ada masalah sulit , tetap susah untuk diomongkan .. karena masing masing bersikeras dengan pendapatnya sendiri , akhirnya seringkali terjadi ‘ tarik tambang ‘ .. capek dehh :)

Tetapi kalau kita membangun suatu nilai yang sama , semuanya akan menjadi mudah .. untuk membangun nilai yang sama .. badannya tak perlu sama tak perlu dekat ..tetapi pikirannnya yang harus sama .
Cara boleh beda .. tetapi nilai yang harus sama .

Be Your self and always happy .
by; Suzie Ujie
@Baitul Amin

Thursday, August 18, 2011

Rahasia Kaya Raya dari Orang yang sukses

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau ekoseorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan “tidur”. Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, “Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?”

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

” Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,” begitu beliau memulai penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

“Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.” Beliau mengambil napas sejenak.

RAHASIA KEDUA

“Kemudian yang kedua,” beliau melanjutkan. “Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, ‘Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.’ Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHASIA KETIGA

“Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, ” begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. “Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.”

“Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga” , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

“Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ,” tanya beliau.

“Ya, bagaimana caranya?” jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

“Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!” jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. “Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.”

“Walau pun itu orang kaya?” tanya saya.

“Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”

“Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” saya bertanya lagi.

“Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,” jawab beliau. “Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.”

RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

“Yang keempat nih, Mas,” beliau memulai. “Jangan mempermainkan wanita”.

Hm… ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

“Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.”

“Lalu?” saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

“Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. “

Oh… pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

“Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Merasa “keadilan” yang dikatakan Al Qur’an hanya berupa keadilan material. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,” beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

sumber: www.kaskus.us/showpost.php?p=107260485&postcount=8

Tuesday, August 16, 2011

Monday, July 11, 2011

Nasywa, hari pertama masuk TK

20.30 Dengan semangat 45 anakku senang sekali bahwa besok dia akan masuk sekolah TK. malam itu dia persiapkan segala sesuatunya dengan gembira, buku tulis, tempat pensil, tempat makan dan gelas kesayangannya pun dipersiapkan masuk ke dalam tas barunya (pembagian dari sekolah).
malam itu pun dia tidak tidur sampai larut,... *emang biasanya juga gak sampai malam sih :)
sebelum tidur dia berpesan "yah, nanti shubuh bangunin kakak ya biar besok gak terlambat ke sekolah".
06.00 pagi sengaja baru aku bangunkan kakak, dianya segera mandi dan berpakaian nggak lupa minum susu....
Tapi sayang seribu sayang.... ayah dan bunda nggak bisa anterin kakak sekolah di hari pertamanya (padahal kepengen banget nemenin kakak sekolah TK di hari pertamanya).
12.01 waktu istirahat kantor ayah telpon kakak,....
kata nenek, "cua lagi tidur... kecapean kata dia". hehehe..... kakak... kakak :)

Wednesday, June 15, 2011





Jadwal Acara Musik PRJ 2011


9 Juni 2011 – Andien, Afgan, Ari Lasso
10 Juni 2011 – Endank Soekamti, The Flowers, Edane
11 Juni 2011 – Geisha, Citra Idol
12 Juni 2011 – Naif, Upstairs
13 Juni 2011 – ST12, Hijau Daun
14 Juni 2011 – Tipe-x
15 Juni 2011 – Iwan Fals
16 Juni 2011 – Pee Wee Gaskins
17 Juni 2011 – Syahrini, Vidi Aldiano, /Rif
18 Juni 2011 – Sandhy Sandoro, Gruvi
19 Juni 2011 – Ada Band, Alexa
20 Juni 2011 – Slank
21 Juni 2011 – d’Masiv, Vagetoz
22 Juni 2011 – AAn, Bondan Prakoso
23 Juni 2011 – Netral, Nobishi
24 Juni 2011 – Pas, Kunci
25 Juni 2011 – Maliq Desential
26 Juni 2011 – Sm*sh, Max 5
27 Juni 2011 – Ras Muhammad
28 Juni 2011 – BIP
29 Juni 2011 – Nidji, Kotak
30 Juni 2011 – Astrid
1 Juli 2011 – Andra & The Backbone
2 Juli 2011 – Glen Fredly, Tompi
3 Juli 2011 – Dewi Sandra
4 Juli 2011 – The Virgin, Triad
5 Juli 2011 – Wali, The Potters
6 Juli 2011 – Anima
7 Juli 2011 – God Bless, Rockstar Conspiracy
8 Juli 2011 – Duo Maia
9 Juli 2011 – Ungu, Juliette
10 Juli 2011 – Vierra, Ari Lasso

Friday, June 10, 2011

Kebersamaan yang Proporsional
Mungkin terjadi seseorang yang dahulunya saling mencintai akhirnya saling memusuhi atau sebaliknya. Pesan yang disampaikan oleh Nabi SAW : "Cintailah saudaramu secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi orang yang kau benci. Bencilah orang yang kau benci secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi kekasih yang kau cintai." (Hadist Sahih Riwayat Tirmidzi, Baihaqi, Thabrani, Daruquthni, Ibn Adi, Bukhari). Ini dalam kaitan interpersonal. (bersambung...)

Wednesday, June 01, 2011

Menanam Pohon Berduri
( dari Buku Road to Allah...)

Pada zaman dahulu ada seorang yang menanam pohon berduri ditepi jalan , dan lama kelamaan tanaman berduri itu menjadi besar .
Mula - mula orang tidak merasa terganggu dengan duri duri itu , tetapi kemudian mereka protes ketika duri itu mulai bercabang dan menyempitkan jalan orang yang melewati nya .

Hampir setiap orang pernah tertusuk durinya , dan yang menarik adalah .. bukan orang saja yang tertusuk, tetapi yang menanam pohon duri tersebeut pun berkali kali tertusuk oleh pohon yang ditanamnya sendiri .

Akhirnya, petugas kota datang dan meminta si penanam menebang pohon tersebut dan menyingkirkan nya dari jalan .
Orang tersebut berjanji akan menebangnya , tetapi tidak pernah menepati janjinya .

Lama kelamaan , si orang tersebut tak mampu lagi menebangnya karena dia sudah menjadi tua .. dan pohon tersebut juga sudah tumbuh menjadi sangat kuat dengan akar yang sangat dalam .
Cabang 2 nya yang tajam hampir menutupi semua bagian jalan , melukai setiap orang yang lewat .. dan juga melukai si orang yg menanam pohon itu .

Moral story :
Dalam hidup ini kita seringkali menanam pohon berduri didalam hati kita , duri duri itu tidak saja menusuk orang lain ..tetapi juga menusuk badan kita sendiri .
Tanaman berduri itu adalah perilaku buruk kita , yang selalu kita pelihara dan kita siram .
Sudah banyak orang menjadi korban nya , dan korban yang pertama adalah diri kita sendiri .

Apa yang harus kita kerjakan ?
Ambil kapak dan Tebas !!
Sehingga orang bisa melanjutkan perjalanan tanpa terganggu oleh duri2 tersebut .

Kadang kita tak mampu lagi menebas nya karena sudah berakar dalam , kita mesti mencari seorang ksatria yang bisa membantu kita untuk memberantas duri2 tersebut .

*dikutip : dari http://ernatyra.blogspot.com